web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Tebing Boyer Jadi Objek Wisata Baru di Purwakarta

Jumat, 10 Juli 2020 12:04 WIB Dede Nurhasanudin

Tebing Boyer yang dulunya digunakan tempat penggilingan atau penghancur batu andesit, diperuntukan pembangunan Waduk Jatiluhur diperkirakan 1957. (Ayopurwakarta.com/Dede)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sebuah lokasi di Desa Tajursindang Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai peninggalan pembangunan Waduk Jatiluhur puluhan tahun silam.

Lokasi yang dipercaya masyarakat sebagai peninggalan pembangunan Waduk Jatiluhur tersebut berada di atas perbukitan. Di sana terdapat tembok menjulang tinggi dan bebatuan menyerupai reruntuhan sisa-sisa bangunan.

Masyarakat sekitar biasa menyebut lokasi itu dengan sebutan Tebing Boyer yang dulunya dipercaya digunakan tempat penggilingan atau penghancur batu andesit, diperuntukan pembangunan Waduk Jatiluhur diperkirakan 1957 silam.

"Jadi reruntuhan tembok itu pada tahun 1957 merupakan sebuah tempat penghancur batu untuk keperluan proyek pembangunan Waduk Jatiluhur," ungkap Pjs Kepala Desa Tajursindang, Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Pusparini, Jumat (10/7/2020).

Tebing Boyer menyuguhkan keindahan alam yang mampu memanjakan mata bagi siapa saja yang data ke sana. Sebab selain lokasinya berada di ketinggian, Tebing Boyer juga tak jauh dari perairan Waduk Jatiluhur menambah keindahan alam yang asri.

Apalai ditambah dengan keunikan bentuk dan sejarah Tebing Boyer menambah rasa penasaran sebagian besar masyarakat. Maka tak heran jika masyarakat atau pemerintah desa setempat berencana menjadikan Tebing Boyer menjadi destinasi wisata baru di Purwakarta.

"Rencananya akan kita jadikan tempat wisata, dipelopori oleh Karang Taruna," kata Pusparini.

Ia mengatakan, saat ini mereka (Karang Taruna) sedang menempuh izin ke PJT II Jatiluhur karena area Tebing Boyer masuk penguasaan BUMN tersebut. Jika PJT II Jatiluhur memberikan izin maka menataan akan terus dilanjutkan sehingga Tebing Boyer menjadi destinasi wisata baru di Purwakarta.

"Karang Taruna saat ini sudah mulai menata akses jalan, seperti membuat gapura hingga perbaikan jalan serta mengajukan ijin ke pihak PJT II Jatiluhur, kalau dari pemerintahan desa, siap mendukungnya," ujar dia.

Untuk menuju Tebing Boyer pengunjung harus melalui perjalanan yang cukup melelahkan. Jarak dari kantor Desa Tajursindang, pengunjung masih dapat melalui jalan beraspal yang berkelok- kelok dan naik turun sekitar dua kilometer.

Selanjutnya, dari pintu masuk pengunjung masih perlu menempuh jarak sekitar dua kilometer dengan melalui jalan setapak yang berliku dengan kontur jalan bebatuan dan tanah merah, serta menanjak.

Untuk menuju ke lokasi dari pintu gerbang tersebut, hanya dapat dilalui kendaraan roda dua atau dengan berjalan kaki.

"Saya tahu Tebing Boyer dari media sosial, karena penasaran makanya saya datang ke sini," ujar salah seorang pengunjung asal Kecamatan Jatiluhur, Adelia (18).

Ia mengaku Tebing Boyer menyuguhkan pemandangan yang indah dan cocok dijadikan tempat wisata, namun dirinya mengeluhkan akses jalan yang sulit dilalui.

"Emang sih tempatnya indah banget, meski butuh energi lebih untuk sampai ke sini. Kalau dikembangkan tempat wisata pengelola harus menata agar lokasinya lebih menarik, seperti lokasi untuk berswafoto, saya yakin pasti mampu menarik wisatawan," kata dia.

 

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers