web analytics
  

New Normal: Uang Digital di Transportasi Umum

Jumat, 10 Juli 2020 10:58 WIB Netizen Dhita Dewitri
Netizen, New Normal: Uang Digital di Transportasi Umum, Uang,Elektronik,E-money,Damri,Angkot,Normal Baru,Corona,Virus Corona

Seorang penumpang yang sedang menaiki bus damri trayek Elang-Jatinangor. (Dhita Dewitri)

Dhita Dewitri

Mahasiswa UIN SGB Bandung.

AYOBANDUNG.COM -- Virus corona belum usai, namun Pembatasan Sosial Berskala Besar perlahan-lahan sudah berakhir dan kehidupan berjalan kembali dengan kebiasaan “New Normal” termasuk di Bandung Raya. Jalan raya sampai ruang publik yang sebelumnya ditutup kini kembali beroperasi.

Jalan raya yang sebelumnya tidak bisa diakses, kini bisa diakses oleh semua kendaraan, termasuk kendaraan umum. Dengan dibukanya ruas jalanan, Damri cabang Bandung memutuskan menambah kembali trayek operasional se-Bandung Raya.

Menambah pengoprasian, Damri cabang Bandung tak lupa menerapkan protokol kesehatan seperti hanya mengangkut 50% penumpang, wajib menggunakan masker, baju berlengan panjang dan sarung tangan.

Tak seperti Transmetro Bandung yang sudah menyediakan pembayaran dengan e-money, Damri masih menggunakan pembayaran uang tunai untuk pembayaran ongkos. Padahal, menurut Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) Dr Moh Adib Khumaidi SpOT uang tunai memungkinkan untuk menularkan virus corna. Karena uang tunai berpindah tangan dengan cepat tanpa mengetahui kebersihannya.

Menurut penelitian, virus corona dapat bertahan di benda berupa kertas dan logam selama 48 jam. Membayangkannya saja sudah menimbulkan kekhawatiran jika uang tunai yang dimiliki terdapat virus di dalamnya.

Bus Damri merupakan salah satu transportasi umum favorit masyarakat Bandung untuk bepergian. Alangkah lebih baik jika menggunakan uang elektronik sebagai alat pembayaran. Dengan tercatatnya 178% penggunaan uang elektronik oleh Bank Indonesia membuktikan sudah banyak masyarakat yang menggunakan uang elektronik.

Selain bus damri, angkutan umum lainnya seperti angkot bisa juga menerapkan system pembayaran menggunakan uang elektronik, atau uang digital. Selain untuk menghindari virus corona, uang digital juga lebih mudah dan praktis.

Meskipun membutuhkan proses, uang digital perlu diperhitungkan sebagai alat pembayaran. Tetapi keamanan dan kemudahan juga setimpal dengan apa yang diterima. Penggunaan uang elektronik juga merupakan pemanfaatan teknologi yang mendasar.

Jika suatu hari nanti penggunaan uang elektronik digunakan diberbagai transportasi umum, semoga penggunaannya dapat dimengerti oleh semua orang dengan jenjang usia berbeda.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers