web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Kerap Bikin Bencana, Walhi Minta Pemerintah Hentikan Proyek KCIC 

Kamis, 9 Juli 2020 22:26 WIB Tri Junari

Proyek KCIC (Irfan Al-Faritsi)

CIKALONGWETAN, AYOBANDUNG.COM -- Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, Meiky W Paedong mendata, bencana alam akibat proyek Kereta Cepat Indonesia Cina kerap kali terjadi.

Menurutnya, selain banjir di tunnel 6.3 Desa Puteran, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat pada Senin (6/7/2020) kemarin, banjir bandang juga sempat terjadi di beberapa titik di Jawa Barat.

"Sebelum kejadian baru-baru ini, banyak juga bencana di titik lain akibat proyek ini. Itu menandakan bahwa proyek ini gagal mengatasi dampak-dampak lingkungan," ujar Meiky, Kamis (9/7/2020).

Dengan demikian, menurutnya, analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) proyek tersebut bermasalah. Selain amdal yang buruk, Meiky menilai skema penanganan teknis juga tidak bisa disebut baik.

Dari hasil kajian Walhi, Meiky mengatakan, banjir yang terjadi di Desa Puteran, Cikalongwetan, KBB itu tidak benar-benar murni karena faktor alam. Pasalnya, ada gorong-gorong yang sengaja dibuat di aliran sungai Cileleuy demi kelancaran pengerjaan proyek.

"Itu kan ada sungai. Di tengah jalur mereka tutup dan untuk menjaga air tetap mengalir mereka siasati rekayasa teknis dengan membuat gorong gorong. Itu kan membuktikan bahwa tidak ada perhitungan di situ. Akhirnya pada saat turun hujan lebat di kawasan itu mengakibatkan aliran sungai cileleuy jadi tidak mengalir secara alami," tambahnya.

Meiky mengatakan, Walhi Jabar sudah menyoroti proyek KCIC ini sejak awal penyusunan perencanaan. Menurutnya, pengerjaan mega proyek kereta cepat tersebut cenderung terburu-buru dan dipaksakan. Akibatnya, beberapa lingkungan hidup sepanjang jalur KCJB harus menanggung bencana.

"Bisa kita katakan proyek ini ceroboh sejak dari awal penyusunan perencanaan dan kajian kajiannya tidak mendalam. Mulai dari visibilitas, perencanaan yang tidak terpublikasi dan kajian lainnya termasuk amdal tadi itu memang ceroboh," ucapnya.

Jika proyek tersebut terus digarap tanpa ada evaluasi, Meiky memprediksi bakal terus terjadi bencana lingkungan hidup sepanjang proyek jalur Kereta Cepat.

"Kalau proyek ini terus dipaksakan, ini akan mengalami kerentanan bencana. Jalurnya itu bahaya bila nanti mulai diaktivasi. Bisa disebut kawasan rawan bencana banjir bandang," sebutnya.

Menurut Meiky, pemerintah pusat harus menghentikan dulu sementara mega proyek itu sebelum datang lagi bencana baru. Bukan tanpa alasan, penghentian proyek tersebut untuk mengevaluasi amdal yang dinilai mendatangkan bencana.

"Melihat banyaknya bencana yang diakibatkan proyek KCIC ini, maka pemerintah harus segera melakukan evaluasi amdal dan beberapa kecerobohan penanganan teknis," tandasnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers