web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Pembangunan Terowongan KCIC di Cikalong Wetan Tutup Sungai Cileuleuy

Kamis, 9 Juli 2020 21:55 WIB Tri Junari

Proyek terowongan PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) (Irfan Al-Faritsi)

CIKALONG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Pengerjaan proyek terowongan PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) di Desa Puteran, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diduga merusak aliran sungai Cileuleuy.

Acces road menuju proyek melintasi sungai hanya ditutup menggunakan gorong-gorong sehingga saat debit air meningkat air meluap masuk ke terowongan kereta.

Kepala Desa Puteran, Yandi Handiana mengatakan, warga sekitar sudah mengingatkan pekerja proyek agar membuat jembatan besi diatas sungai Cileuleuy. Namun nyatanya pekerja hanya menumpuk gorong-gorong menutup sungai agar bisa dilalui kendaraan proyek.

"Jadi untuk akses ke terowongan dan mes pekerja itu melalui sungai Cileuleuy, tapi bukan bikin jembatan malah pakai gorong-gorong ditumpuk diatas sungai," ucap Yandi melalui sambungan telepon, Kamis (9/7/2020).

Akibatnya, pada 6 Juli 2020 air sungai meluap seiring meningkatnya debit air setelah hujan deras mengguyir kawasan itu. Luapan air sungai masuk ke terowongan yang kini masih dalam tahap pembangunan.

"Pemerintah Desa sudah berapa kali mengingatkan kalau mau bikin jembatan, kalau ditutup dengan gorong-gorong seperti ini air sungai pasti ngamuk," sebutnya.

Sungai Cileuleuy memiliki lebar 4 meter dengan ketinggian air saat deras bisa mencapai 6 meter. Sedangkan tumpukam gorong dengan diameter 1 meter hanya memiliki ketinggian 4 meter saja.

Disamping itu, lebar sungai juga menyempit akibat adanya buangan tanah yang membuat pinggir sungai tertutup material tanah.

"Itu kan gorong-gorongtingginya paling 4 meter, terus ada buangan tanah jadi sungai menyempit di sekitar proyek. jelas saja kalau debit air meningkat meluap ke proyek itu sendiri," kata dia.

Meski luapan air sungai tidak sampai masuk ke lahan warga, Yandi menilai pengerjaan proyek KCIC di Desa Puteran terkesan melabrak analisis dampak lingkungan sehingga keseimbangan alam sekitar tidak terjaga.

"Kita sudah sering ingatkan proyek jangan sampai merusak lahan warga atau merusak aliran sungai karena dampaknya bisa ke sawah warga juga, kalau begitu kan saya yang disalahkan warga," tandasnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers