web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Edukasi Seks untuk Anak, Apa Saja yang Harus Disampaikan?

Jumat, 10 Juli 2020 04:15 WIB M. Naufal Hafizh

Ilustrasi. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – World Health Organization (WHO) menyebutkan sejumlah hal perlu disampaikan kepada anak terkait edukasi seks.

Berlaku universal, WHO mengeluarkan kurikulum edukasi seks yang seharusnya disampaikan di institusi pendidikan formal.

1. Hubungan antar manusia (relationship)

Sifat hubungan antar manusia itu bervariasi, loh! Jelaskan pada anak sifat hubungan antara dirinya dengan keluarga (orang tua), teman, dan kekasih.

2. Nilai, hak, budaya, dan seksualitas

Tidak semua daerah memiliki nilai yang sama akan aktivitas seks. Pastikan anak tahu bagaimana dia harus berperilaku mengenai seks di tempat tinggalnya!

3. Pemahaman gender

Laki-laki dan perempuan, maskulin dan feminin. Jelaskanlah anak agar memahami betul identitas gendernya.

4. Kekerasan dan pengamanan

Kekerasan dalam hubungan, termasuk kekerasan seksual, harus bisa dihindari dan ditangani dengan tepat. Sejak dini, anak harus tahu perilaku yang sudah termasuk menyeleweng untuk menghindari penganiayaan atas tubuhnya.

5. Kemampuan menjaga kesehatan dan keselamatan

Selain menjaga kesehatan tubuh, anak harus tahu kondisi aman untuk melakukan sesuatu, tak terkecuali perihal seks.

6. Tubuh manusia dan perkembangannya

Pertumbuhan primer dan sekunder tubuh manusia harus bisa dipahami anak, termasuk cara kerja alat kelaminnya.

7. Seksualitas dan perilaku seksual

Buatlah anak mengenal akan atraksi romantis dengan manusia lain sehingga dia tahu perilaku yang pantas untuk menampilkan perasaannya. Jangan sampai karena tidak tahu, anak kelewatan melewati batasan sentuhan pantas untuk temannya!

8. Kesehatan seksual dan reproduksi

Anak harus memahami bagaimana perilaku seks dapat menjadi berbahaya untuk tubuh bila tidak dilakukan dengan benar. Peringatkanlah anak akan Sexually Transmitted Diseases (STD) atau penyakit seksual serta cara mencegahnya.

Ingatlah tiga hal yang perlu diutamakan dalam edukasi seks: Consent (persetujuan akan perilaku seksual), Keterbukaan, dan netral secara gender.

Selamat mencoba, ya! Lebih baik anak belajar di bawah perlindungan orang tua daripada internet! (Farah Tifa Aghnia)

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers