web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Kapan Pasangan Bisa Berhubungan Intim Usai Persalinan?

Jumat, 10 Juli 2020 04:07 WIB

Ilustrasi (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Usai persalinan mungkin banyak pasangan yang tidak memikirkan seks. Lalu, kapan pasangan dinyatakan siap untuk kembali melakukan hubuungan seksual penetratif usai kelahiran anak mereka?

Dilansir dari Insider, menurut American College of Obstetrics and Gynaecology, dokter sering menyarankan periode empat hingga enam minggu setelah melahirkan. Menurut Mayo Clinic, selama waktu itu, orang tua baru yang baru saja melahirkan mungkin mengalami kelelahan, kekeringan pada vagina, rasa sakit atau gairah seks yang rendah. 

Jika Anda mengalami robekan vagina selama persalinan yang membutuhkan jahitan, dokter menyarankan menunggu sampai daerah tersebut benar-benar sembuh untuk mencegah rasa sakit atau cedera ulang.

"Saya pikir kita mengharapkan orang tua baru untuk segera kembali ke rutinitas pra-kehamilan mereka, tetapi tidak ada jalan untuk kembali dan rutinitas itu kemungkinan akan berubah dari bulan ke bulan ketika seorang bayi baru lahir," kata Sofia Jawed-Wessel, seorang asisten profesor di Sekolah Kesehatan dan Kinesiologi di Universitas Nebraska-Omaha.

Tetapi ketika Anda siap, ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk memiliki pengalaman yang paling nyaman dan menyenangkan.

Menurut Christine Leistner, seorang ilmuwan kesehatan hubungan dan asisten profesor di California State University, cara pertama sebelum siap melakukan hubungan seks penetratif adalah dengan melakukan masturbasi.

"Saya akan mengatakan jangan pergi dari nol menjadi 60. Mulailah dengan masturbasi," kata Leistner kepada Insider.

Faktanya, sebuah penelitian pada Juni 2012 dalam The Journal of Sexual Medicine menemukan wanita lebih menyukai kesenangan diri (masturbasi) atau seks oral setelah melahirkan alih-alih langsung melakukan hubungan intim.

"Membicarakannya dengan seksama, berjalan lambat dan melakukan hal-hal lain yang menyenangkan selain seks, dapat membantu" kata Leistner.

Selain itu, ketika Anda dan pasangan memutuskan untuk melakukan hubungan seks penetrasi lagi, penting untuk mendiskusikan kebutuhan dan harapan Anda untuk memastikan pengalaman itu menyenangkan bagi Anda berdua.

Kedua pasangan perlu saling terbuka tentang ketakutan, kekhawatiran, dan keinginan mereka dalam menghadapi hubungan seksual yang berubah untuk menghindari kesalahpahaman," kata Dr. Jennifer Conti, asisten profesor profesor kebidanan dan kandungan di Universitas Stanford.

Dia menambahkan bahwa pergi ke pengalaman dengan tujuan untuk merasa terhubung dan menikmati diri sendiri juga dapat membantu menghilangkan tekanan.

"Jika penetrasi menyebabkan rasa sakit atau kecemasan, lepaskan sepenuhnya dan jelajahi kesenangan satu sama lain dengan cara yang berbeda yang tidak termasuk penetrasi," kata Jawed-Wessel.

Menurut Mayo Clinic, menggunakan pelumas juga disebut dapat membantu meringankan ketidaknyamanan fisik potensial dari kekeringan vagina.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers