web analytics
  

Ekonomi Era Pandemi Bisa Perburuk Kebutuhan Gizi Anak

Kamis, 9 Juli 2020 17:45 WIB Ananda Muhammad Firdaus

Ilustrasi anak. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Peneliti Madya Bidang Kepakaran Pangan dan Gizi, Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna LIPI, Ainia Herminiati menuturkan, dampak ekonomi di tingkat rumah tangga berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan dasar anak. Di antaranya makanan.

Oleh karena itu, pandemi Covid-19 yang memperburuk kualitas ekonomi masyarakat diperkirakan membuat 24 juta balita berisiko lebih tinggi mengalami kurang gizi atau gizi buruk.

“(Maka-red) perlu adanya komoditas esensial yang kaya nutrisi untuk anak-anak yang dapat menyangga kebutuhan nutrisi mereka,” kata Ainia dalam Webinar “Kolaborasi Penelitian dan Teknologi untuk Mendukung Gizi Anak di Masa Pandemi”, Kamis (9/7/2020).

Dia memandang, harus ada upaya bersama baik itu dari pihak swasta maupun pemerintah untuk saling berkolaborasi mendukung tersedianya akses produk bernutrisi bagi anak-anak Indonesia.

Kebutuhan makanan bergizi pun erat kaitan dengan masalah stunting. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia tahun 2019, diterangkan bahwa 27,67% anak Indonesia mengalami stunting. Karena itu, pemenuhan gizi untuk anak begitu penting.

Digandeng oleh Danone Specialized Nutrition (Danone SN) Indonesia, LIPI kemudian membuat produk suplementasi gizi untuk membantu meningkatkan asupan gizi keluarga kurang mampu, terutama anak pada fase pemulihan pandemi.

Produk hasil kolaborasi itu yakni Aitamie dan Probarz. Keduanya merupakan produk makanan yang terfortifikasi dari sumber daya dan diproduksi secara lokal serta diyakini baik bagi anak-anak di atas usia satu tahun.

“Kami dari LIPI sangat senang dapat ikut berkolaborasi dengan Danone SN, khususnya program mengembangkan produk suplementasi gizi dalam upaya untuk peningkatan gizi anak-anak Indonesia,” katanya.

Corporate Communication Director Danone Indonesia Arif Mujahidin mengatakan, kolaborasi ini sebagai komitmen Danone untuk menyediakan akses nutrisi bagi masyarakat. Pihaknya juga mendukung langkah LIPI mengkontribusikan kepakaran dan keilmuan untuk bersama-sama menghadapi dan menangani dampak pandemi.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai upaya gotong royong antar pemangku kepentingan di Indonesia dalam penanganan permasalahan gizi di tengah masa pandemi ini. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut agar bisa memberikan manfaat kepada lebih banyak pihak,” ujarnya.

Terkait penyaluran produk untuk anak-anak terdampak Covid-19, Danone melibatkan Foodbank of Indonesia (FOI). Pendiri FOI, Hendro Utomo mengatakan bahwa penguatan pangan menjadi hal penting karena banyak temuan masyarakat rentan masih terhambat akses pangan.

“Dengan adanya bantuan produk suplementasi gizi yang berbasis pangan lokal hasil dari hasil kolaborasi Danone SN dan LIPI ini, diharapkan dapat memunculkan harapan baru bagi kelompok masyarakat yang rentan yaitu anak-anak, dalam menghadapi wabah ini,” katanya.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel lainnya

dewanpers