web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Belum Tentu Dibuka, Kota Bandung Masih Akan Tinjau Protokol Kesehatan Bioskop

Kamis, 9 Juli 2020 17:27 WIB Nur Khansa Ranawati

Ema beserta tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung memantau penerapan protokol kesehatan di bioskop CGV Bandung Electronic Center (BEC), Kamis (9/7/2020). (Ayobandung.com/Nur Khansa)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota Bandung masih akan meninjau kembali kesiapan jaringan pengelola bioskop untuk kembali beroperasi di tengah masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna menilai, pihaknya masih harus membahas kemungkinan tersebut dengan wali kota.

Ema beserta tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung memantau penerapan protokol kesehatan di bioskop CGV Bandung Electronic Center (BEC), Kamis (9/7/2020). Dari hasil pemantauan, ia menilai masih terdapat poin-poin yang dianggap berpotensi menyebabkan penularan Covid-19.

"Tadi tiketnya sudah diminta untuk berbasis online dan pengunjung harus merobek tiketnya sendiri. Tapi kami peringatkan bahwa jam nonton-nya kan bersamaan sehingga tetap ada potensi pengujung datang berbarengan (dan menciptakan kerumunan)," ungkapnya.

Selain itu, Ema juga mempertanyakan kesiapan pengelola untuk menjamin studio dapat disterilisasi maksimal pada peralihan jam tayang film. Pasalnya, waktu yang tersedia dinilai relatif singkat.

"Jumlah penonton hanya akan diisi 50%, kursi bioskopnya sebagian telah diberi tanda. Tapi pada saat peralihan ini gimana, dalam waktu setengah jam harus sudah membuat ruangan kembali steril," ungkapnya.

Ia juga mengkhawatirkan sirkulasi udara di dalam studio. Kemungkinan penularan virus melalui udara menjadi perhatiannya.

Sementara itu, pihak pengelola CGV memastikan seluruh area studio dapat disterilisasi dengan menambah jumlah pegawai cleaning service. Pihaknya juga menyebut akan menerapkan teknologi sterilisasi udara melalui sinar Ultra Violet sebagaimana yang telah diadopsi di CGV Korea Selatan.

Diserahkan pada wali kota

Terkait rencana pembukaan kembali operasional bioskop pada 29 Juli, Ema mengatakan hal tersebut akan diserahkan sepenuhnya pada Wali Kota Bandung. Pembukaan serentak tersebut, ia mengatakan baru merupakan usulan daru asosiasi yang masih perlu ditinjau kembali.

"Itu kan maunya asosiasi (Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia). Hargai saja, namanya juga harapan. Tapi nanti yang mengizinkan ya tergantung masing-masing kepala daerah," ungkapnya.

Di Kota Bandung, hasil tinjauan yang dilakukan Gugus Tugas Covid-19 Bandung tersebut akan diserahkan pada wali kota. Selanjutnya, keputusan final akan diberikan setelah pembahasan lebih lanjut dilakukan.

"Ya tergantung dari tingkat kewaspadaan daerah juga. Kalau di Bandung dinilai belum memungkinkan, saya yakin Pak wali kota punya kewenangan untuk bilang tidak," ungkapnya.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers