web analytics
  
Banner Kemerdekaan

5 Hal yang Harus Diperhatikan di Pesawat saat Pandemi

Kamis, 9 Juli 2020 13:51 WIB M. Naufal Hafizh

[Ilustrasi] Perjalanan udara dengan pesawat. (Pixabay/Stocksnap)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Munculnya pandemi Covid-19 mengubah kehidupan masyarakat secara umum. Virus corona yang disebut-sebut tidak akan hilang sepenuhnya mensyaratkan adanya peraturan dan adaptasi agar orang-orang tak terjangkit virus tersebut.

Manusia harus mengubah kebiasaannya, termasuk saat bepergian menggunakan pesawat.

Sektor penerbangan mulai kembali dilonggarkan di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Kendati begitu, tetap ada hal-hal yang harus diperhatikan saat menaiki pesawat. Hal ini bertujuan untuk menjaga diri sendiri dan orang lain dari virus.

1. Memakai masker dengan benar

Setelah muncul virus corona, kita memang diharuskan menggunakan masker ke mana pun. Namun masih banyak yang menggunakannya secara asal atau bahkan tidak menggunakan sama sekali. Jika Anda hendak bepergian menggunakan pesawat, Anda harus mengenakan masker sejak menginjakkan kaki di bandara asal hingga keluar dari bandara tujuan, tidak hanya selama di pesawat.

“Mengenakan masker di bawah hidung itu tidak ada gunanya. Melepasnya dari wajah atau menyentuhnya dengan tangan hanya akan mengontaminasi masker,” kata seorang pramugari di Minneapolis, Amerika Serikat seperti dikutip dari Insider.

2. Mempraktikkan gaya hidup higienis

Hidup higienis memang seharusnya kita terapkan baik ada atau tidak ada virus covid-19. Sejak virus tersebut merebak, kita harus jauh lebih memperhatikan kebersihan. Beberapa pramugari mengeluhkan penumpang pesawat yang masih mengabaikan kebersihan.

Menurut mereka, banyak yang tidak mencuci tangan setelah dari kamar mandi, berpindah-pindah tempat duduk, dan melepas maskernya untuk bicara dengan penumpang lain.

3. Tidak Menyerahkan sampah pribadi kepada petugas di pesawat

Masih banyak penumpang yang menyerahkan sampah pribadi kepada petugas. Tindakan ini terkesan mengganggu bagi petugas.

Pramugari asal Minneapolis juga menyebutkan hal itu membahayakan kesehatan. Hal ini menyebabkan para pramugari harus mengganti sarung tangan mereka berkali-kali.

4. Tidak melakukan persiapan matang

Anne Anker Møller, seorang pramugari dari Global Reach Aviation menyarankan penumpang untuk datang ke bandara lebih awal dari waktu seharusnya sehingga tidak harus terburu-buru. Sikap terburu-buru menyebabkan orang dengan mudah mengabaikan physical distancing yang harus diterapkan.

5. Adaptasi kebijakan maskapai setelah pandemi

Beberapa penerbangan mengurangi layanan makanan dan minuman untuk meminimalisasi sentuhan antara pramugari dengan penumpang. Selain itu, meskipun ada imbauan untuk menjaga jarak, penumpang tidak bisa berekspektasi pesawat akan kosong. Perlahan kapasitas pesawat kembali dinaikkan ke angka normal. Oleh karena itu, penumpang harus mampu menjaga dirinya sendiri dengan menerapkan kebersihan. (Putri Shaina)

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers