web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Kecewa dengan Kinerja Kementerian, Jokowi: 3 Bulan WFH Kayak Cuti

Kamis, 9 Juli 2020 11:33 WIB

Presiden Jokowi (Setkab)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan jajarannya untuk memiliki senses of crisis di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya saat ini Indonesia mengalami krisis kesehatan dan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Kita tahu semuanya, bahwa dunia sedang krisis. Krisis kesehatan, krisis ekonomi, 215 negara mengalami hal yang sama. Termasuk kita. Oleh sebab itu, saya minta kita memiliki sense yang sama. Sense of crisis yang sama," ujar Jokowi dalam Youtube Sekretariat Presiden saat rapat terbatas Penyerapan Anggaran, Istana Negara yang dikutip Suara.com, Kamis (9/7/2020).

Karena itu Jokowi kembali meminta jajarannya untuk kembali bekerja lebih keras lagi untuk merealisasikan program kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Ia tak ingin jajarannya bekerja biasa -biasa saja.

"Jangan sampai 3 bulan yang lalu kita menyampaikan bekerja dari rumah, work from home (WFH), yang saya lihat ini kayak cuti malahan. Padahal pada kondisi krisis kita harusnya kerja lebih keras lagi. Jangan kerja biasa-biasa saja. Kerja lebih keras, dan kerja lebih cepat. Itu yang saya inginkan pada saat kondisi seperti ini," kata dia.

Kerja cepat yang dimaksud Jokowi yakni mempercepat waktu penyusunan peraturan menteri (permen) atau peraturan pemerintah (PP).

"Membuat permen yang biasanya dua minggu yang sehari selesai. Buat PP yang biasanya sebulan ya dua hari selesai. itu loh yang saya inginkan," ucap Jokowi.

Kemudian, Jokowi juga meminta para menterinya mengubah cara lama dengan cara yang cepat dan sederhana dan tidak terpaku pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.

"Kita harus ganti chanel. Dari ordinary, pindah chanel ke extraordinary. Dari cara-cara yang sebelumnya rumit, ganti chanel ke cara-cara yang cepat dan cepat dan cara-cara yang sederhana. Dari cara yang SOP normal, kita harus ganti chanel ke SOP yang shortcut. SOP yang smart-shortcut," kata Jokowi.

"Gimana caranya? Bapak ibu dan saudara-saudara lebih tahu dari saya menyelesaikan ini. Kembali lagi jangan biasa-biasa saja," sambungnya.

 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers