web analytics
  

Rekrutmen CPNS Tertunda Akibat Pandemi Covid-19

Kamis, 9 Juli 2020 10:41 WIB
Umum - Nasional, Rekrutmen CPNS Tertunda Akibat Pandemi Covid-19, CPNS,Rekrutmen CPNS 2020,Rekrutmen CPNS,nasional,COVID-19,Dampak Corona

Ilustrasi (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Anggaran negara yang difokuskan pada penanganan pandemi Covid-19 mengakibatkan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 2020 maupun 2021 ditiadakan. Adapun saat ini pemerintah memilih fokus menyelesaikan proses penerimaan CPNS 2019 yang masih tertunda karena pandemi Covid-19.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Padjadjaran Yogi Suprayogi menilai tepat langkah Pemerintah meniadakan seleksi penerimaan CPNS pada 2020. Yogi menilai, moratorium seleksi CPNS tahun ini sebagai proses alami pengurangan PNS.

Sebab, proporsi PNS saat ini tidak merata antara kebutuhan dan kompetensi. "Sebenarnya ini cara mengurangi PNS dengan proses alami, dengan adanya pensiun dan sebagainya," kata Yogi saat dihubungi.

Ia mengatakan, adanya pandemi Covid-19 juga membuat anggaran negara lebih banyak dialokasikan untuk penanganan Covid-19. Sementara, anggaran belanja pegawai PNS sangat besar.

Yogi menilai, moratorium CPNS juga sesuai dengan rencana pemerintah merestrukturisasi ulang manajemen rekrutmen ASN sesuai kebutuhan. "Sekarang saja banyak PNS yang overload, karena itu kebutuhan PNS harus tepat sasaran," katanya.

Ia berharap, seleksi penerimaan CPNS tahun mendatang merumuskan bidang kompetensi ASN yang paling dibutuhkan sesuai pembangunan nasional. "Jadi jangan tiap tahun ada pengadaan PNS tapi tidak tau targetnya buat apa dan pembangunan kita ke arah mana, jadi pastikan kompetensi harus tepat dan sesuai kebutuhan pembangunan," katanya.

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio juga menilai tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah yang meniadakan seleksi PNS 2020. Dia mengungkapkan, keputusan semacam itu juga bukan merupakan hal baru di Indonesia.

"Ya kalau memang tidak perlu dan tidak ada kebutuhannya tidak usah terima tidak apa-apa kan, memang mau kerja apa dia? Terus anggarannya bagaimana?" kata Agus di Jakarta, Rabu (8/7).

Dia mengatakan, pemerintah lebih baik memaksimalkan tenaga-tenaga kontrak kalau memang tidak membuka tes CPNS tahun ini. Dia berpendapat, ditiadakannya tes penerimaan PNS tahun ini juga tidak akan mengganggu kinerja pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Menurutnya bahwa pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini juga tidak ada akan memberikan dampak signifikan terhadap pelayanan publik meski tes CPNS ditangguhkan. Dia mengatakan, dihentikan sementara seleksi penerimaan tersebut juga akan membantu menghemat pengeluaran negara akan belanja pegawai.

"Ya tidak ada posisi ya tidak usah repot. Kemarin itu beberapa tahun juga biasa saja kan. Kalau tidak butuh ya ngapain kan, berlebih juga ASN-nya," katanya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers