web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Mengintip Asal Usul Penamaan Kerupuk RO

Kamis, 9 Juli 2020 10:33 WIB Dede Nurhasanudin

Een Nuraeni perajin kerupuk RO Desa Sempur, Plered, Purwakarta. (Ayopurwakarta.com/Dede)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Masyarakat Jawa Barat tidak asing lagi dengan kerupuk RO. Camilan yang satu ini hampir ada di setiap daerah, termasuk di Kabupaten Purwakarta.

Di Kabupaten Purwakarta, kerupuk berwarna merah atau putih ini diproduksi di Desa Sempur, Kecamatan Plered. Sebagian besar masyarakat di desa itu produksi kerupuk RO secara turun temurun.

Penamaan makanan yang satu ini ternyata singkatan dari nama pencetus atau pembuat awal kerupuk tersebut.

"RO itu adalah singkatan dari Raden Omay, ia merupakan pembuat awal kerupuk RO. Namun karena waktu itu tidak ada namanya, kemudian masyarakat menyebutnya RO atau maksudnya kerupuk Raden Omay, dan nama itu melekat dan dipakai hingga kini," kata Een Nuraeni (27) salah satu perajin RO di Desa Sempur, Kecamatan Plered, Kamis (9/7/2020).

Raden Omay sendiri, lanjut Een, pertama kali membuat serta mengenalkan RO pada tahun 1982. Secara turun temurun, produksi RO terus berlanjut hingga kini di sebuah kampung dengan sebutan Blok RO di Desa Sempur.

"Raden Omay itu kebetulan kakek saya, sepeninggal Raden Omay kemudian usaha pembuatan RO ini dilanjutkan bapa saya, Sohibi (70). 2011 saya melanjutkan usaha ini. Saya sendiri merupakan generasi ketiga," kata dia bercerita.

Seiring perkembangan kerupuk RO tidak hanya diproduksi oleh Een, melainkan warga lain juga produksi kerupuk serupa sebagai sumber ekonomi yang menjanjikan.

"Hampir seluruh warga di blok RO membuat kerupuk RO, dan bisa menyerap tenaga kerja," ujar Een.

Teknik pembuatan RO sendiri diawali dengan membuat adonan tepung tapioka ditambah bumbu dapur. Kemudian adonan tersebut dicetak sesuai ukuran kemudian dijempur di bawah terik sinar matahari selama satu atau dua hari tergantung cuaca.

Jika sudah kering kemudian RO digoreng di atas tungku perapian tanpa menggunakan minyak goreng.

"RO kemudian dikemas dan siap dipasarkan ke warung atau ke toko oleh-oleh yang ada di sekitar Purwakarta. Permintaan RO meningkat ketika Haul Mama Sempur tiba seperto sekarang," kata Een.

Editor: Rizma Riyandi
dewanpers