web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Mahfud MD: Malu Negara Ini Jika Dipermainkan Djoko Tjandra

Kamis, 9 Juli 2020 06:35 WIB

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. (Suara.com/M. Yasir)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut, negara bakal dibikin malu kalau tidak bisa menangkap buronan kasus cassie Bank Bali Djoko Tjandra.

Karena itu dia mengajak 5 institusi yang berkaitan untuk segara menangkap pria yang sudah buron sejak 2008 tersebut.

Hal itu diungkapkannya usai melangsungkan rapat bersama perwakilan Kejaksaan Agung, Kemenkumham, Kemendagri, Polri dan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2020).

Mereka saling bertekad untuk menangkap Djoko Tjandra baik secara bersama-sama atau menurut kewenangannya masing-masing

"Karena bagaimana pun malu negara ini kalau dipermainkan oleh Djoko Tjandra," ungkap Mahfud.

"Kepolisian kita yang hebat masa enggak bisa nangkap, Kejagung yang hebat seperti itu masa enggak bisa nangkap gitu," katanya.

Mahfud mengatakan, urusan menangkap buronan itu sepele bagi setingkat polisi atau Kejagung. Dia anggap keterlaluan kalau sampai tidak bisa menangkap satu orang buronan.

Karena itu, Mahfud berusaha mengoordinasi antara enam institusi agar bisa saling membantu dalam upaya pencarian hingga menangkap Djoko Tjandra.

"Pokoknya Kejaksaan Agung dan kepolisian akan terus bekerja keras untuk menangkap dan Kemenkumham serta Kemendagri itu akan memback up dari dokumen-dokumen kependudukan dan keimigrasian. Sedangkan di Istana, KSP kalau perlu instrumen-instrumen administrasi yang diperlukan dari pemerintah," tuturnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers