web analytics
  

5 Amalan Muslim di Bulan Zulhijah, dari Berkurban hingga Haji

Kamis, 9 Juli 2020 05:52 WIB
Umum - Pendidikan, 5 Amalan Muslim di Bulan Zulhijah, dari Berkurban hingga Haji, Zulhijah,Haji,hewan kurban,Iduladha,Kurban

Jemaah melaksanakan salat Iduladha di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Minggu (11/8/2019). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Terdapat 5 amalan umum bagi Muslim di bulan Bulan Zulhijah.

Ustaz Muhammad Ajib dalam buku Fikih Kurban Perspektif Mazhab Syafi'i terbitan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan, ada beberapa amalan khusus yang bisa dilakukan di bulan Zulhijah. Di antaranya puasa, ibadah haji, kurban, zikir, dan Salat.

1. Puasa

Disunahkan bagi muslim berpuasa mulai dari tanggal 1 sampai 9 Zulhijah. Dalam hal ini Imam An-Nawawi mengatakan, di antara puasa sunah adalah puasa sembilan hari pertama bulan Zulhijah.

Dalam kitab al-Minhaj Syarah Shahih Muslim, Imam An-Nawawi dengan sangat tegas menyatakan puasa tanggal 1 sampai 9 Zulhijah sangat disunahkan. Imam an-Nawawi berkata, "Bahkan sangat disunahkan untuk berpuasa di hari-hari ini, karena puasa termasuk amalan yang paling utama." (An-Nawawi, Syarah Sahih Muslim).

Dalam kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab, Imam An-Nawawi juga kemudian memberikan dalil sahih mengenai syariat puasa tersebut. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh istri-istri Nabi Muhammad SAW.

"Dari Hunaidah Ibn Khalid, dari istrinya, dari istri-istri Nabi, mereka berkata, Rasulullah biasa berpuasa sembilan hari di bulan Zulhijah, berpuasa di hari Asyura, berpuasa tiga hari di setiap bulannya, puasa Senin pertama dan juga hari Kamis di setiap bulannya. (HR Abu Dawud, Ahmad, dan Nasa'i. Ahmad dan Nasa'i menambahkan, 'dan dua Kamis').

Dari kesembilan hari tersebut ada puasa yang disebut dengan puasa Arafah yaitu puasa pada 9 Zulhijah. Ada juga puasa tarwiyah yaitu puasa pada 8 Zulhijah.

"Dari Abi Qatadah ra berkata Rasulullah SAW bersabda, puasa hari Arafah menghapuskan dosa dua tahun, yaitu tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya. Puasa Asyura menghapuskan dosa tahun sebelumnya. (HR Jamaah kecuali Bukhari dan Tirmizy).

2. Haji

Ibadah haji jelas memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Meski hanya wajib atas mereka yang mampu, akan tetapi karena kerinduan yang dalam banyak orang berusaha untuk bisa mendapatkan panggilan Allah SWT agar menjadi tamu-Nya.

Salah satu keutamaan itu adalah mereka disebut sebagai tamu-tamu Allah. Maka kemuliaan apalagi yang akan dikejar seorang manusia jika dia sudah mendapatkan predikat tamu Allah.

Kemuliaan lain yang akan diperoleh tamu-tamu Allah itu adalah kemudahan jalan ke surga. Jika haji mereka mabrur, maka tidak ada balasan dari Allah kecuali surga.

"Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata, Rasulullah SAW bersabda, dari satu umrah ke umrah yang lainnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya. Dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga. (HR Bukhari dan Muslim).

3. Kurban

Ibadah kurban termasuk ibadah yang pahalanya sangat luar biasa jika kita lakukan karena Allah SWT. Dalam banyak riwayat Nabi Muhammad SAW senantiasa melakukan ibadah kurban setiap bulan Zulhijah. Ibadah kurban ini tidak hanya dilakukan sekali saja dalam seumur hidup.

Namun tidak mudah bagi sebagian orang merelakan sebagian harta yang merupakan hasil keringatnya untuk diberikan kepada orang lain melalui ibadah kurban. Ada banyak yang akan berpikir panjang sebelum melakukan kurban.

Lalu bagaimana jika diminta menyerahkan anak semata wayang untuk dikurbankan. Ini bukan lagi harta yang bisa dicari jika tidak memilikinya. Ini adalah darah daging yang sangat disayangi. Bahkan kelahirannya sudah diidam-idamkan sejak sangat lama.

Pada saat sudah terlahir, tumbuh sedikit besar, dalam kondisi sangat dicintai, tiba-tiba harus rela untuk dilepaskan. Bukan dilepaskan ke panti asuhan atau bos. Akan tetapi dilepaskan sebagai kurban yang disembelih dan dipersembahkan.

Namun ketika iman sudah terpatri dalam dada, maka mempersembahkannya kepada Sang Pencipta adalah ibadah agung dengan penuh keikhlasan. Itulah persembahan Nabi Ibrahim Alaihissalam kepada Allah SWT dalam bentuk anak kesayangannya yaitu Ismail.

Untuk meneladani dan menghidupkan sunah itu dan untuk melatih kerelaan melepas sebagian hak milik kepada sebenar-benarnya Pemilik, maka ibadah kurban disyariatkan untuk umat Nabi Muhammad SAW. Ada keutamaan ampunan, keutamaan pahala berbagi, bahkan sekadar menyaksikan prosesinya saja bagi yang tidak mampu menyembelih hewan kurban adalah keutamaan.

4. Zikir

Selain berpikir, berzikir adalah salah satu aktivitas paling penting yang dilakukan oleh seorang Muslim yang disebut sebagai Ulil Albab. Merekalah yang selalu berzikir dalam berbagai kondisi. Saat berdiri, duduk, bahkan saat berbaring tetap berzikir.

Kalau zikir dalam bentuk salat ada yang wajib dan ada yang sunah, maka zikir di luar salat rata-rata adalah anjuran yang sangat baik sekali untuk diamalkan. Salat adalah salah satu syariat yang berfungsi agar kita selalu ingat Allah SWT, tentu saja zikir juga memiliki fungsi tersebut.

Aktivitas utama seorang Muslim itu akan semakin utama ketika hal tersebut bertemu dengan momentum yang penuh dengan beragam keutamaan. Itulah momentum sepuluh hari pertama di bulan Zulhijah dengan memperbanyak zikir kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW secara tegas memerintahkan kita memperbanyak zikir tahlil, takbir, tasbih, dan tahmid. Tidak ada jumlah dan waktu baku terkait ini. Semakin banyak tentu saja akan semakin banyak pahalanya.

5. Salat

Rukun Islam yang kedua ini adalah syiar paling tampak dalam kehidupan seorang Muslim. Sepuluh hari pertama bulan Zulhijah bisa dijadikan sebagai momentum untuk semakin memperkuat lagi semangat melaksanakannya dengan cara terbaik yang bisa kita lakukan.

Karena Salat di hari-hari itu, bila dilakukan berjamaah apalagi di tambah dengan segala macam sunah-sunahnya adalah amalan utama yang dilakukan di hari-hari utama pada 10 hari pertama Zulhijah. Ada satu jenis Salat khusus di hari terakhir dari 10 hari pertama bulan Zulhijah, itulah hari raya Iduladha.

Dalam Surah Al-Kautsar, kita diperintahkan di hari itu untuk melaksanakan Salat Iduladha. Terlepas ada penafsiran lain atas ayat tersebut akan tetapi penafsiran dengan Salat Id adalah penafsiran yang kuat dan menunjukkan betapa pentingnya Salat Iduladha tersebut untuk ditunaikan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers