web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Nasib Liga 1 2020 Tanpa Penonton di Mata Kim Jeffrey

Rabu, 8 Juli 2020 18:51 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Gelandang Persib Bandung, Kim Jeffrey Kurniawan. (Eneng Reni)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM -- PSSI memastikan Liga 1 2020 akan bergulir Oktober mendatang setelah mengalami penangguhan karena pandemi Covid-19. Namun lanjutan kompetisi ini dipastikan akan digelar tanpa kehadiran suporter.

Kebijakan ini diambil Federasi demi menghindari terbentuknya klaser baru penyebaran virus corona yang bisa menyebar selama pertandingan Liga 1.

Gelandang Persib Bandung, Kim Jeffrey Kurniawan memyadari, kompetisi tanpa penonton akan memberikan atmosfer berbeda di stadion. Dia juga menyebut, penonton di stadion sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari sebuah pertandingan sepak bola. 

"Ya kita semua pemain sepak bola di satu sisi pasti kita hidup untuk suporter, pasti sepak bola tanpa suporter seperti ada yang kurang kan?" kata Kim, Rabu (8/7/2020).

Namun pemilik nomor punggung 23 itu memahami situasi yang terjadi. Di tengah merebaknya Covid-19 di Indonesia, Kim menilai, opsi stadion tanpa penonton menjadi jalan terbaik. Meski dia tak menampik hal itu akan mempengaruhi semangat pemain yang sedang bertanding di lapangan.

Kendati demikian, gelandang berusia 30 tahun itu mengatakan, Indonesia sedianya bisa meniru Bundesliga. Di tengah pandemi virus corona, Jerman bisa menjalankan kompetisinya meskipun harus menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Cuman kalo kita lihat, saya sebagai pendukung Bayern Munchen di Bundesliga dan masyarakat Jerman menyambut baik walaupun Ultras agak 50:50, liganya bergulir tanpa suporter. Tapi akhirnya semuanya setuju dan akhirnya Jerman luar biasa profesional dalam kesehatan dan lain-lain ya bisa dibilang istimewa," kata Kim.

Andai situasi belum memungkinkan, Kim menyarankan, suporter bisa mendukung tim kesayangan dengan menyaksikan pertandingan melalui televisi. Dia menyadari kehadiran penonton sangat penting dalam membangun atmosfer sebuah pertandingan. Namun sesuai protokol kesehatan Covid-19, kerumunan massa dilarang untuk menghindari penularan virus.

"Kita sebagai suporter hanya bisa menonton lewat TV tetap senang karena sekian lama tidak ada bola akhirnya ada bola meskipun tidak datang ke stadion. Tapi tetap kita senang ada sepak bola," katanya.

Gelandang naturalisasi kelahiran Jerman itu juga berharap, suporter Indonesia bisa meniru pendukung Jerman dengan tidak datang ke stadion. Pasalnya keselamatan dan kesehatan banyak pihak lebih penting dari sekadar pertandingan sepak bola. Apalagi menghadirkan penonton dalam sebuah pertandingan sangat berisiko memunculkan klaster baru Covid-19.

"Mungkin itu solusi terbaik untuk kita karena kita tidak ingin tidak ada bola sampai tahun depan. Dan jangan lupa kita pemain punya tanggung jawab besar. Maka dari itu kita akan menjaga. Saya sendiri ingin menjadi contoh yang baik dalam hal ini di luar lapangan karena ini sangat penting," ujarnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers