web analytics
  
Banner Kemerdekaan

201 Lulusan Apoteker Unjani Diambil Sumpah dan Janji

Rabu, 8 Juli 2020 21:05 WIB Redaksi AyoBandung.Com

Pengambilan sumpah dan janji lulusan apoteker Unjani secara luar jaringan (luring/offline) atau langsung dan dalam jaringan (daring/online) dengan menerapkan protokol kesehatan. (Istimewa)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 201 orang lulusan Program Studi (Prodi) Profesi Apoteker Fakultas Farmasi angkatan XXVII Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, diambil Sumpah dan Janji Apoteker yang dilaksanakan di Aula gedung jenderal Mulyono, Jalan Terusan Jenderal Sudirman, Kota Cimahi, Rabu (8/7/2020).

Pelaksanaan Sumpah dan Janji Apoteker lulusan Program Studi (Prodi) Profesi Apoteker Fakultas Farmasi digelar secara luar jaringan (luring/offline) atau langsung dan dalam jaringan (daring/online) dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dekan farmasi unjani Prof. Dr. Afifah B. Sutjiatmo mengatakan 201 lulusan Prodi Profesi Apoteker tersebut sebelumnya telah menjalani Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI). Terdiri dari 158 orang perempuan dan 43 laki-laki yang berasal dari 22 provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Riau, Jambi, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Papua Barat.

Dari 201 mahasiswa yang lulus Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI), terdapat 34 orang lulusan dengan predikat 'Pujian'. Sementara dua orang mahasiswa menyandang predikat IPK tertinggi 3,96 yang diraih oleh Mierta Ayu Savitri (Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur) dan Firnanda Raafi'ulia Azhar (Kota Blitar, Jawa Timur).

Apoteker yang diambil sumpahnya pada hari ini, telah melalui UKAI dengan tingkat kelulusan tepat waktu sebesar 94,811%. Hasil ini merupakan hasil yang sangat baik dan membanggakan, dan diharapkan para lulusan akan terus meningkatkan pengetahuan mereka.

Pengambilan Sumpah Janji dan Janji Apoteker Prodi Profesi Apoteker UNJANI dihadiri langsung Rektor Unjani, Prof. Hikmahanto Juwana bersama jajaran Rektorat Unjani.

Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Ketua Komite Farmasi Nasional (KFN), Ketua Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Jawa Barat. Juga undangan yang hadir secara virtual.

"Saya dan segenap sivitas akademika Unjani menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada para apoteker-apoteker baru. Bagi Unjani, khususnya keluarga besar Fakultas Farmasi, hari ini merupakan hari yang penuh kebanggaan, karena Unjani kembali dapat mempersembahkan apoteker-apoteker muda terbaiknya untuk mengabdi di tengah masyarakat. Tentu kami berharap para apoteker baru mampu senantiasa menjaga citra baik Unjani," kata Rektor Unjani Hikmahanto Juwana di awal sambutannya.

Kepada para lulusan Hikmahanto mengingatkan pentingnya menjaga nama baik Unjani. Sebab, tegas Rektor, nama baik Unjani dan reputasi para apoteker baru lulusan Unjani, bagaikan dua sisi pada sebuah uang logam yang tidak mungkin dipisahkan.

"Menyadari pentingnya hal tersebut, kami senantiasa berkomitmen untuk menyelenggarakan prosedur pendidikan yang berintegritas. Kami bertekad untuk semakin meneguhkan Fakultas Farmasi sebagai lembaga pendidikan tinggi yang tidak hanya melahirkan apoteker yang profesional, juga berkarakter. Hal tersebut menjadi sangat penting, semata-mata untuk menjadikan Fakultas Farmasi Unjani, sebagai unggulan tidak hanya di Jawa Barat, namun juga tingkat nasional," ujar Hikmahanto.

Tak kalah penting untuk diingat oleh setiap lulus Prodi Profei Apoteker, tegas Hikmahanto, adalah krisis integritas dalam konteks persaingan profesi yang tentunya akan semakin terbuka dan menjadi tantangan sesungguhnya di masa depan. "Maka hanya dengan pola pikir yang unggul, kita akan dapat bertahan dan mengembangkan karier sebagai apoteker dengan penuh inovasi serta kemampuan untuk beradaptasi menghadapi perubahan lingkungan yang dinamis," tegasnya.

"Di tengah tantangan tersebut kita patut untuk optimis, jika melihat capaian Fakultas Farmasi Unjani pada hasil Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI), Unjani dapat menghasilkan lulusan sebanyak 201 orang yang berasal dari 22 provinsi di Indonesia, dan dari 201 lulusan tersebut terdapat 34 lulus dengan predikat pujian," papar Hikmahanto.

Rektor berharap apoteker lulusan Fakultas Farmasi Unjani angkatan XXVII mengikuti jejak para lulusan sebelumnya yang telah banyak yang terserap di dunia kerja, seperti di rumah sakit, apotek, industri, PBF, instansi pemerintahan, dan lain-lain. "Hal ini menunjukkan kualitas dan kompetensi yang baik dari apoteker lulusan Fakultas Farmasi Unjani," ucapnya.

"Terakhir namun yang paling penting, ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada bapak dan ibu orang tua, atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk mendidik putra-putri bapak dan ibu selama ini. Mohon maaf apabila terdapat kekurangan, saran serta masukan dari bapak dan ibu kami harapkan sebagai bahan instrospeksi kami dalam mengembangkan Fakultas Farmasi Unjani ke depan. Semoga Unjani semakin baik lagi," pungkas Hikmahanto.

Sementara perwakilan dari Komite Farmasi Nasional (KFN) sekaligus Ketua Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) Nurul Falah Eddy Pariangan mengatakan, Fakultas Farmasi Unjani merupakan Fakultas Farmasi papan atas. Ada sejumlah indikator pendukung yang membuat lulusan Fakultas Farmasi Unjani selalu diperhitungkan.

"Setiap tahun kelulusan apotekernya tinggi dan saat ini apoteker lulusan Unjani sejajar dengan ITB, UI, UGM, Unpad dan PTN lainnya karena sama-sama sudah lulus dari Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) Nasional," sebut Nurul.

Apresiasi dan pujian juga disampaikan Sekretaris Sekretaris Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI) Oos Fatimah Royati kepada para lulusan Prodi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Unjani. Oos mengapresiasi tinggi profesi apoteker karena berbeda dibandingkan profesi tenaga kesehatan lainnya, apoteker baru langsung menerima tiga dokumen berupa ijazah, sertifikat kompetensi dan STRA.

"Ke depannya Farmasi akan masuk ke dalam Konsil Kesehatan Indonesia, mohon doa restunya supaya lancar karena surat sudah dilayangkan kepada Bapak Presiden Jokowi dan sekarang sedang menunggu persetujuan pak presiden," jelas Oos yang mengaku sengaja datang ke Unjani karena ingin melihat langsung pelaksanaan sumpah online apoteker pertama kali.

Oos berharap, pelaksanaan sumpah dan janji apoteker yang dilaksanakan Fakultas Farmasi Unjani menjadi contoh bagi penyelenggaraan sumpah apotker online lainnya di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Senada disampaikan perwakilan PP Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Prof. Dr. Keri Lestari yang memuji penyelenggaraan Sumpah dan Janji Profesi Apoteker Fakultas Farmasi angkatan XXVII Unjani secara luring dan daring.

"Ini adalah pertama kalinya diselenggarakan sumpah janji apoteker secara online dengan kombinasi luring dan daring berlangsung dengan sangat baik dan tertib," kata Keri.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers