web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Ini Syarat Menyembelih Hewan Kurban di Bandung Selama Pandemi Covid-19

Rabu, 8 Juli 2020 16:18 WIB Nur Khansa Ranawati

Ilustrasi hewan kurban (Ayobandung.com/Nur Khansa)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Untuk melakukan penyembelihan hewan kurban di tengah pandemi Covid-19, terdapat sejumlah penyesuaian yang harus dilakukan. Hal tersebut merujuk pada penerapan protokol kesehatan di setiap prosesnya.

Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung Ermariah mengatakan, pihaknya telah menganjurkan agar pemotongan hewan kurban dapat diserahkan ke rumah-rumah pemotongan hewan milik pemerintah atau swasta. Hal ini untuk memudahkan pengawasan penerapan protokol kesehatan dalam proses penyembelihan.

"Sudah ada surat edaran yang menganjurkan pemotongan di rumah potong hewan milik pemerintah atau swasta," ungkapnya ketika ditemui di Masjid Salman Bandung, Rabu (8/7/2020).

Meski demikian, ia mengatakan, berkaca dari banyaknya jumlah hewan yang dipotong di rumah-rumah potong, maka pihaknya memperkenankan warga yang hendak melakukan pemotongan hewan secara mandiri. Dengan syarat, seluruh protokol kesehatan harus diterapkan.

"Kalau mau menyelenggarakan sendiri, panitianya harus menjamin tidak akan ada kerumunan. Tidak boleh ditonton, maksimal hanya 1-2 orang yang menyaksikan pemotongan," ungkapnya.

Selain itu, jumlah panitia pemotongan hewan kurban pun harus dibatasi  sesuai dengan luas lokasi yang digunakan. Ia mencontohkan, bila luas lokasi adalah 20 meter persegi, maka tidak boleh ada lebih dari 20 orang petugas dalam satu waktu di tempat tersebut.

"Harus diatur jumlah yang menyembelih dan yang memotong-motong daging, jumlah maksimal harus sesuai dengan luas lokasinya," ungkapnya.

Seluruh petugas baik penyembelih dan pemotong daging juga harus mengenakan alat pelindung diri (APD) meliputi sarung tangan, sepatu boot tertutup, celemek atau apron, masker, dan kacamata google. Sementara petugas pemotong daging juga harus mengenakan penutup kepala.

"Proses tahapan pemotongan sama saja, hanya bedanya petugas harus pakai kelengkapan sarung tangan, masker, apron hingga sepatu," ungkapnya.

Pembagian daging kurban pun tidak boleh dilakukan dengan mekanisme antrean seperti tahun-tahun sebelumnya. Ermariah mengatakan, panitia harus mendistribusikan daging-daging tersebut ke sejumlah tempat yang telah ditetapkan.

"Pembagiannya tidak boleh seperti biasanya, harus sudah didistribusikan ke tempat-tempat yang sudah direncanakan," ungkapnya.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers