web analytics
  

Pemkab Garut akan Ikutkan 27 Ribu Warganya untuk Tes Covid-19

Rabu, 8 Juli 2020 14:22 WIB

Ilustrasi (Pixabay)

GARUT, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, berencana memeriksa sekitar 27 ribu orang untuk mendeteksi penularan Covid-19. Saat ini pemeriksaan baru di level 6.000.

"Kita harus melakukan baik rapid test (tes cepat) maupun swab (usap) untuk 27 ribu, sekarang kita baru enam ribu, kita masih jauh," kata Bupati Garut Rudy Gunawan dalam siaran pers Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa kini sudah tidak ada kasus Covid-19 di wilayah Garut. Satu pasien terakhir yang berasal dari Kecamatan Kadungora sudah dinyatakan sembuh oleh tim dokter di RSUD dr Slamet Garut.

Meski demikian Bupati meminta seluruh aparat pemerintah tetap siap siaga dan warga tetap disiplin menerapkan protokol pencegahan Covid-19. "Kita harus melakukan kewaspadaan dari sisi preventif, melakukan tracking(pelacakan) dan tracing(penelusuran)," katanya.

Humas Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Garut Yeni Yunita mengatakan pelacakan dan pemeriksaan terus dilakukan pada orang-orang yang pernah kontak dengan pasien Corona.

Ia menambahkan bahwa dari total 26 pasien Covid-19 di Garut, 23 di antaranya sudah sembuh dan tiga orang meninggal dunia. Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut sudah mulai membuka objek wisata dan melanjutkan kembali kegiatan pembangunan yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.

"Pembangunan jalan terus, protokol kesehatan kita laksanakan dan tingkatkan, serta pemulihan ekonomi kita percepat," katanya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers