web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Hebat! Begini Aksi Pemuda Tasik Bantu Masyarakat Miskin

Rabu, 8 Juli 2020 13:19 WIB Irpan Wahab Muslim

Ikatan Pemuda Pemudi Eureun Moyan Neglasari (Ippen), Desa Sukamanah, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya saat memberikan Kartu Jamkes kepada salah satu lansia. (Ayotasik.com/Irpan Wahab)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Banyak cara diilakukan forum atau organisasi kepemudaan untuk membantu meringankan beban warga sekitar. Seperti yang dilakukan Ikatan Pemuda Pemudi Eureun Moyan Neglasari (Ippen), Desa Sukamanah, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.

Ippen yang berdiri sejak tahun 1986 ini, terbentuk sebagai wadah sulaturahmi pemuda dan pemudi dari berbagai profesi. Namun kebanyakan atau hampir 80%, anggota Ippen berprofesi sebagai tukang cukur. Setidaknya, hingga saat ini tercatat ada sekitar 301 anggota Ippen yang aktif.

Ketua Ippen Senip Apniandi menuturkan, sejak berdiri 33 tahun silam, Ippen sudah menggelar berbagai program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Seperti gelaran khitanan massal, ikut serta dalam Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) atau Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN).

"Program yang sudah kita jalankan, seperti khitanan massal, PHBI, PHBN dan lainnya. Kita ingin, kehadiran kita dirasakan langsung masyarakat," ucap Senip kepada Ayotasik.com, Rabu (8/7/2020).

Senip menambahkan, bulan lalu, Ippen meluncurkan program Jaminan Kesehatan (Jamkes) untuk para lansia dan jompo. Ada 30 lansia dan jompo mendapatkan Jamkes tersebut. Pemegang kartu Jamkes itu bisa berobat di Puskesmas Pembantu (Pustu) terdekat dengan gratis.

"Kita kordinasi dengan Pustu, jadi pemegang kartu itu bisa berobat secara gratis. Preminya kita bayar tiap bulan kepada pustu," tambah Senip.

Untuk pembayaran premi sendiri, lanjut Senip, diambil dari uang kas organisasi yang berasal dari iuran wajib anggota Rp10.000 tiap bulan untuk anggota yang sudah usaha dan belum menikah. Sementara bagi pelajar, mahasiswa dan yang sudah berumah tangga Rp5.000.

"Kita ada iuran wajib dan besarannya bervariasi. Iuran wajib itu dipakai salah satunya membayar premi Jamkes para lansia," ujar Senip.

Ke depan, lanjut Senip, pihaknya berencana akan mengembangkan program baru yakni memberikan tunjangan pendidikan kepada anak yatim, piatu maupun yatim piatu yang ada di kampung Eureun Moyan dan Neglasari. Kegiatan sosial ini, digelar semata untuk membantu meringankan beban masyarakat tidak mampu yang ada di kampung mereka.

"Kita ingin bermanfaat bagi warga sekitar, meskipun dalam bentuk kegiatan yang sederhana tapi bermanfaat bagi masyarakat, " ujar Senip.

Editor: Rizma Riyandi
dewanpers