web analytics
  

Pedagang Hewan Kurban di Depok Pasrah Soal Hasil Penjualan

Rabu, 8 Juli 2020 11:59 WIB
Umum - Regional, Pedagang Hewan Kurban di Depok Pasrah Soal Hasil Penjualan, hewan kurban,Berita Depok,Pedagang hewan kurban,COVID-19

Ilustrasi (Republika)

DEPOK, AYOBANDUNG.COM -- Penjual hewan kurban untuk Idul Adha 2020 di Kota Depok, Jawa Barat, mulai menjajakan dagangannya di sejumlah tempat. Pedagang hewan kurban disebut harus lebih dulu melewati serangkaian tahapan sebelum akhirnya membuka lapak.

Salah satu tahapannya adalah penjual hewan kurban wajib menyerahkan hasil rapid test atau swab kepada aparat pemerintah kota tersebut. Namun, penjual hewan kurban di wilayah Kecamatan Sukmajaya Muhammad Ismail mengaku tidak diminta untuk menyerahkan hasil rapid test dan swab ke pihak kelurahan dan kecamatan.

"Kami cuma diminta sertifikat dari lembaga kesehatan hewan kurban saja. Tidak diminta hasil rapid test dan swab," ucap Ismail kepada Suara. com, Rabu (8/7/2020).

Meski begitu, Ismail mengaku pasrah apakah dagangannya akan laris atau tidak di tengah pandemo covid-19.

"Belum tahu tahun ini bagaimana, saya pasrah saja sebab ada Covid-19. Kami jual sapi hewan kurban yang berkualitas harus disertai sertifikat dari lembaga kesehatan terkait,” kata Ismail.

Setiap tahunnya kata Ismail, lapak hewan kurbannya dapat menjual lebih dari 200 sapi. Seperti tahun lalu terjual 280 sapi dengan bermacam-macam jenis terjual.

"Pelanggannya biasanya pengelola pesantren yang tersebar di Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek). Bahkan ada yang pernah beli 10 ekor sapi dengan ukuran 250 Kg-300 kg," jelasnya.

Sapi seberat itu, kata Ismail, dibandrol dengan harga sekira Rp 20-30 juta. Namun agar pembeli tak merasa keberatan, dia mempermudah dengan menerapkan sistem bayar dimuka.

"Nanti dekat hari H langsung diantar dan selesaikan pelunasannya," tuturnya.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Depok Dadang Wihana menegaskan, tidak ada imbauan para pedagang hewan kurban di Depok harus menyerahkan hasil rapid test dan swab.

"Tidak ada (imbauan pedagang hewan kurban menyerahkan hasil rapid test dan swab)," tegas Dadang.

Yang ada kata Dadang adalah para petugas penyembelih hewan kurban yang wajib mengikuti rapid test dan swab sebelum Hari Raya Idul Adha. Pelaksanaan rapid test itu kata dia, difasilitasi Pemerintah Kota Depok.

"Difasilitasi pemkot Depok. Nanti pelaksanaan rapid test pada H-1 atau H-2. Sebelum waktu pemotongan, " ucap Dadang.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Hiu Tutul Terdampar di Pantai Cimanuk Tasikmalaya

Regional Rabu, 3 Maret 2021 | 21:21 WIB

Ikan jenis Hiu Paus atau Hiu Tutul atau dikenal dengan bahasa latinnya Rhincodon Typus terdampar di Pantai Cimanuk, Desa...

Umum - Regional, Hiu Tutul Terdampar di Pantai Cimanuk Tasikmalaya, Hiu Tutul Terdampar,Pantai Cimanuk Tasikmalaya,Hiu Paus Terdampar

Ini Kendala Pembangunan Gardu Listrik Tanggeung Cianjur Selatan

Regional Rabu, 3 Maret 2021 | 21:04 WIB

Anggota DPR RI Komisi VII, Eddy Soeparno mengakui masih ada kendala-kendala penyaluran listrik ke Gardu Induk Tanggeung....

Umum - Regional, Ini Kendala Pembangunan Gardu Listrik Tanggeung Cianjur Selatan, Gardu Induk Tanggeung,Pembangunan Gardu Listrik Tanggeung Cianjur Selatan,Pemkab Cianjur

PGRI Kabupaten Cianjur Habis Masa Jabatan

Regional Rabu, 3 Maret 2021 | 20:37 WIB

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Barat Dede Amar menyatakan masa bakti kepengurusan Persatuan Guru Re...

Umum - Regional, PGRI Kabupaten Cianjur Habis Masa Jabatan, PGRI Kabupaten Cianjur,Berita Cianjur,Guru di Cianjur

Jaksa KPK Ajukan Banding Vonis 1 Tahun Penjara Budi Budiman

Regional Rabu, 3 Maret 2021 | 20:06 WIB

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan upaya banding ke Pengadilan Tinggi Bandung, atas...

Umum - Regional, Jaksa KPK Ajukan Banding Vonis 1 Tahun Penjara Budi Budiman, Wali Kota Tasikmalaya non-aktif Budi Budiman,Kasus Suap Dana Insentif Daerah,JPU KPK,Jaksa KPK

Kios Kosong di Pasar Induk Cianjur Bisa Diambil Alih Pemerintah

Regional Rabu, 3 Maret 2021 | 19:52 WIB

Pemerintah Kabupaten Cianjur akan mengambil alih kios kosong di Pasar Induk Cianjur (PIC) Pasir Hayam, lantaran tidak di...

Umum - Regional, Kios Kosong di Pasar Induk Cianjur Bisa Diambil Alih Pemerintah, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman,Pemkab Cianjur,Pasar Induk Cianjur,Kios di Pasar Induk Cianjur

Kakek Fatulloh: Kalau Memilih, Lebih Baik Jual Padi daripada Tanah unt...

Regional Rabu, 3 Maret 2021 | 19:07 WIB

"Mending jual padi jeung anak incu (lebih baik menjual padi untuk anak cucu)," ungkap Fatulloh (72), warga Blok/Dusun Be...

Umum - Regional, Kakek Fatulloh: Kalau Memilih, Lebih Baik Jual Padi daripada Tanah untuk Tol Cisumdawu, Tol Cisumdawu,Korban Tol Cisumdawu,Warga Majalengka Korban Tol Cisumdawu,Gati Rugi Lahan

Puluhan Anggota PWI dan IJTI Cianjur Ikuti Vaksinasi Covid-19

Regional Rabu, 3 Maret 2021 | 18:35 WIB

Sebanyak 70 wartawan yang tergabung dalam organisasi profesi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Cianjur dan Ik...

Umum - Regional, Puluhan Anggota PWI dan IJTI Cianjur Ikuti Vaksinasi Covid-19, Vaksinasi Covid-19 Wartawan Cianjur,PWI Cianjur,IJTI Cianjur

Kemensos: Rumah Terkena Pergerakan Tanah Jangan Dihuni Lagi

Regional Rabu, 3 Maret 2021 | 17:45 WIB

Kemensos: Rumah Terkena Pergerakan Tanah Jangan Dihuni Lagi

Umum - Regional, Kemensos: Rumah Terkena Pergerakan Tanah Jangan Dihuni Lagi, pergerakan tanah tasikmalaya,Bencana Pergeseran Tanah,bencana Tasikmalaya,daerah rawan bencana Tasikmalaya,bencana tasik

artikel terkait

dewanpers