web analytics
  

Jepang Larang Warganya Berjalan Sambil Main HP

Rabu, 8 Juli 2020 11:37 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Unik, Jepang Larang Warganya Berjalan Sambil Main HP, Jepang,HP,Kecelakaan Akibat Bermain Ponsel

[Ilustrasi] Warga berjalan sambil memainkan HP. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBABNDUNG.COM – Warga Jepang kini dilarang memainkan HP sambil berjalan, khusunya di kota Yamato.

Diketahui, seorang anggota perlemen Jepang mengajukan aturan baru, yakni melarang berjalan kaki sambil penggunaan HP di tempat umum.

Peraturan ini diajukan untuk mengurangi tingkat kemacetan dan kecelakaan di Jepang, diakibatkan oleh keteledoran para pejalan kaki yang terlalu fokus pada HP mereka.

Kabar baiknya, aturan tersebut sudah disahkan oleh pemerintah. Sebagai langkah awal, aturan baru ini mulai diimplementasikan di kota Yamato.

Sebagaimana dikutip dari NDTV, Rabu (8/7/2020), para pejalan kaki di kota Yamato dilarang menggunakan HP sambil berjalan kaki di sejumlah tempat umum, seperti di jalanan, taman, dan kawasan publik lainnya.

Sebagai upaya menyosialisasikan aturan baru ini, pemerintah setempat akan memasang spanduk dan pengeras suara di sejumlah stasiun di kota Yamato. Mayoritas warga Jepang sendiri kerap menggunakan kereta sebagai moda transportasi harian mereka.

"Menggunakan HP sambil jalan sudah dilarang. Mohon operasikan HP setelah Anda berhenti berjalan," demikian bunyi pengumuman yang disampaikan pengeras suara tersebut.

Meskipun ini merupakan aturan resmi yang ditetapkan pemerintah, warga yang melanggar aturan belum dijatuhi denda. Alasannya, pemerintah kota Yamato ingin melihat kesadaran diri warganya terhadap bahaya main HP saat berjalan kaki.

Setelah ditetapkannya aturan ini, sejumlah warga pun mulai melihatnya sebagai aturan yang positif.

"Saya sering melihat orang menggunakan HP sambil berjalan (kaki). Mereka sering tidak memperhatikan hal di sekelilingnya. Orang tua mungkin akan sulit menghindari mereka," ujar seorang warga.

Peraturan ini dibuat setelah adanya studi yang dilakukan kota Yamato pada Januari 2020. Mereka mengawasi 6.000 pejalan kaki dan mendapati 12% pejalan kaki menggunakan HP sambil berjalan kaki.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers