web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Emak-emak di Bekasi Keluhkan Sistem PPDB Online

Rabu, 8 Juli 2020 06:23 WIB Firda Puri Agustine

Ilustrasi. (Ayobandung.com/Irfan Alfaritsi)

BEKASI TIMUR, AYOBANDUNG.COM – Sejumlah orang tua murid mengeluhkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online di Kota Bekasi. Bukan saja soal gagap teknologi alias gaptek, juga sistem zonasi yang dinilai tidak transparan.

Seperti cerita salah seorang orang tua murid yang stres begitu tahu anaknya tidak lolos masuk SMP 1 Bekasi, padahal jarak dari rumah ke sekolah tidak sampai satu kilometer. Ditambah, prestasi anaknya pun memenuhi kualifikasi.

“Bingung juga makanya nih kegeser enggak dapet SMP 1 karena rumah saya udah paling deket sama SMP 1 masih bisa enggak lolos juga,” kata dia saat dihubungi Ayobekasi.net (Ayo Media Network), Selasa (7/7/2020).

“Penasaran aja itu yang keterima di situ jarak rumahnya sedeket apa,” tuturnya.

Pada saat pendaftaran PPDB dibuka, setiap siswa diberikan dua pilihan sekolah agar apabila tidak lolos di sekolah pertama, bisa langsung diarahkan ke sekolah kedua. Masalahnya, ada orang tua yang menempatkan pilihan sekolah kedua jaraknya lebih jauh dari sekolah pertama.

“Nih, kayak saya begini, kalau dibilang deket, ya deketan ke SMP 1 daripada SMP 3 makanya saya pilihnya SMP 1 duluan daripada SMP 3. Tapi, karena enggak lolos di SMP 1, malah lolosnya di SMP 3 yang lebih jauh,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan orang tua murid lain yang menilai sistem PPDB saat ini sangat tidak efektif dibanding zaman dulu.

Dia membandingkan, dulu sistem penerimaan siswa baru murni didasarkan pada prestasi, bukan pada jarak rumah maupun usia.

“Sekarang kan seleksinya bertahap-tahap tuh. Pakai zonasi juga terus dilihat juga usia sama prestasi, kalau kata saya ribet banget. Kalau ujungnya keterima di sekolah yang lebih jauh dari rumah, ya enggak usah lah pake embel-embel zonasi,” katanya.

Balikin sistem yang dulu aja pakai nilai akademik biar fair. Anak-anak kita nih sekolah biar pinter bukan asal sekolah deket sama rumah doang,” ujarnya. 

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers