web analytics
  

Akibat Pandemi, Ribuan Pekerja di Cimahi Nganggur

Selasa, 7 Juli 2020 21:10 WIB Tri Junari

Ilustrasi pengangguran akibat pandemi covid-19. (Pixabay)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Angka pengangguran di Kota Cimahi mengalami kenaikan akibat banyaknya pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dirumahkan dampak ekonomi pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi mencatat ada 488 orang dari 12 perusahaan yang terkena PHK hingga menjadi pengangguran baru, sementara 4.083 pekerja dari 17 perusahaan terpaksa dirumahkan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, Herry Zaini mengatakan, pengangguran baru yang terdampak Covid-19 itu bukan hanya yang berdomisili di Kota Cimahi.

Sementara dari data terakhir hingga tahun 2019 angka pengangguran tercatat ada 23.584 orang atau sekitar 8 persen dari total penduduk Kota Cimahi yang mencapai 553.755 jiwa.

"Khusus warga Cimahi yang kena PHK ada 147 orang, kalau yang dirumahkannya 984. Asumsi dengan Covid sekarang bisa naik prediksi 12%," terang Herry saat ditemui, Selasa (7/7/2020).

Dikatakannya, khusus pekerja yang hanya dirumahkan oleh perusahaan, sebetulnya masih bisa dipanggil kembali jika perusahaannya sudah normal kembali. Namun untuk yang terkena PHK, otomatis sudah tidak akan bekerja lagi.

"Perusahaan sekarang sudah mulai ada kegiatan lagi. Tapi tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti jaga jarak, pakai masker dan sebagainya," imbuhnya.

Untuk mengurangi angka pengangguran itu, lanjut Herry, pihaknya sudah bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada untuk meningkatkan kompetensi pekerja lokal asal Kota Cimahi. Tujuannya, tentunya bisa memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan.

"Karena kan rata-rata pengangguran mungkin lapangan kerja terbatas. akannya sekarang kita giatkan sertifikasi kompetensi,"pungkasnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers