web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Proyek Vaksin Covid-19 Novanax, AS Kucurkan 1,6 Miliar Dolar

Selasa, 7 Juli 2020 22:56 WIB

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Pixabay)

CHICAGO, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengucurkan dana sebesar 1,6 miliar dolar (setara Rp 23 triliun) kepada perusahaan Novanax untuk proyek pengujian, komersialisasi, dan produksi vaksin Covid-19. Pasalnya, vaksin Covid-19 Novanax dianggap potensial di AS.

Pemberian dana tersebut adalah yang terbesar sejauh ini dalam skema program “Operation Warp Speed” yang dikelola Gedung Putih. Pendanaan ini bertujuan mempercepat akses terhadap vaksin dan perawatan melawan virus corona.

“Dana ‘Warp Speed’ ini adalah biaya untuk memproduksi 100 juta dosis vaksin yang akan disebarkan mulai kuarter ke-4 tahun ini dan kemungkinan selesai pada Januari atau Februari tahun depan,” kata Direktur Eksekutif Novanax Stanley Erck kepada Reuters, Selasa (7/7/2020).

Dana itu juga akan digunakan untuk menanggung uji coba besar-besaran fase III, yakni tahap terakhir dengan pengujian kepada manusia, yang akan dimulai secepat-cepatnya pada Oktober mendatang. Pengumuman pemberian dana ini menyusul investasi pemerintah AS pada Maret sebesar 456 juta dolar (setara Rp 6,57 triliun) untuk calon vaksin dari Johnson&Johnson.

Investasi vaksin juga dikucurkan untuk perusahaan lain, yaitu Moderna pada april dan AstraZeneca yang bekerja sama dengan Universitas Oxford pada Mei, dengan besaran masing-masing 486 juta dolar (Rp 7 triliun) dan 1,2 miliar dolar (Rp 17,3 triliun). Perusahaan lainnya, Emergent Biosolutions juga mendapat 628 juta dolar (sekitar Rp 9 triliun) untuk memperluas kapasitas produksi vaksin dan obat COVID-19 yang potensial, di dalam negeri.

Vaksin aman dan efektif menjadi harapan untuk mengakhiri pandemi yang telah menjangkiti hampir 12 juta orang secara global, dengan tiga juga kasus terjadi di AS. Vaksin Novanax akan bekerja bersamaan dengan adjuvan (material yang meningkatkan respon imun untuk membantu pertahanan tubuh melawan virus). Saat ini, perusahaan tersebut memproduksi adjuvan di Swedia namun tengah membangun fasilitas produksi di AS.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers