web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Ridwan Kamil: Jabar Alami Peningkatan Kasus Covid-19

Selasa, 7 Juli 2020 19:48 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 sekaligus Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Dok Humas Pemprov Jabar)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 sekaligus Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memaparkan penanganan Covid-19 di wilayahnya selama satu minggu terakhir. Ridwan menginformasikan angka reproduksi Covid-19 di Jawa Barat dalam dua pekan terakhir mengalami peningkatan.

"Menyentuh 0,91 ya, kalau rata-rata dua minggunya. Tapi kalau harian fluktuatif ya, kadang-kadang lebih dari satu dan kadang-kadang di bawah 0,4 atau 0,6 tapi kalau dipukul rata di ambil median-nya minggu terakhir ada di 0,91," kata Ridwan, Selasa (7/7/2020). 

Beberapa hari ini, Ridwan menyebutkan ada dua klaster baru yang menyumbang kenaikan kasus positif virus corona di wilayahnya. Dua klaster tersebut berasal dari industri dan instansi sekolah kenegaraan.

Demi melacak sebaran virus ini, sosok yang karib disapa Emil itu memastikan, semua anggota keluarga hingga kerabat dari buruh pabrik yang terpapar Covid-19 akan dilakukan pengetesan

"Kami sudah melakukan penelusuran yang sangat masif karena ternyata ada di satu pabrik tapi dia ngekos dan berkumpul dengan pegawai pabrik lain. Kami juga dapati ada potensi luar biasa sehingga industri yang potensi terdampak tidak hanya satu merek. Tapi kepada industri lain yang huniannya berkumpul sesama karyawan di wilayah itu," kata Emil.

Sementara itu, mantan Wali Kota Bandung itu mengungkapkan, klaster kedua yang muncul yakni ada di institusi pendidikan kenegaraan di Bandung Raya. Terkait penyebaran virus di klaster ini, Emil menyebut tidak hanya satu institusi tapi ada beberapa. 

"(klaster kedua) itu juga sudah dikondisikan dan hari ini sampai seminggu ke depan akan dilakukan tes PCR ke keluarganya. Jadi, kalau positif satu, minimal tiga atau empat kami tes keluarga terdekatnya atau riwayat kontaknya untuk memastikan hal tersebut bisa dikendalikan," Ungkap Emil.

Kendati demikian, Emil enggan menyebut rinci soal klaster institusi kenegaraan di Bandung Raya yang jadi salah satu penyebaran Covid-19.

"Saya tidak bisa sebutkan spesifik. Jadi institusi, kita definisikan dulu, institusi pendidikan kenegaraan. ‎Tidak hanya satu institusi, jadi tidak bisa disebut satu institusi tapi ada beberapa yang mengalami perihal yang serupa," ujarnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers