web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Jabar Gelar Rapid Test Peserta UTBK di 7 Kampus

Selasa, 7 Juli 2020 19:34 WIB Nur Khansa Ranawati

Petugas Gugus Tugas Covid-19 Jabar mengambil sampel darah saat menggelar rapid test peserta Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMBPTN) di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jalan Setiabudhi, Kota Bandung, Selasa (7/7/2020). (Irfan Al-Faritsi)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) menggelar rapid test terhadap peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 di tujuh kampus di Jabar yakni Unpad, ITB, ISBI, UPI (Bandung), IPB (Bogor), UNSIKA (Karawang), dan UNSIL (Tasikmalaya).

Rapid test COVID-19 ini dimulai pada Selasa (7/7/2020) di empat kampus yakni UPI, ISBI, UNSIKA, dan IPB hingga berikutnya satu per satu dilakukan ke tiga kampus lainnya.

Menurut Ketua Divisi Pelacakan Kontak Deteksi Dini Pengujian Massal dan Manajemen Laboratorium Gugus Tugas Jabar Siska Gerfianti, rapid test terhadap calon mahasiswa itu dilakukan dengan random sampling atau pengambilan sampel secara acak.

“Jadwal untuk pemeriksaan (COVID-19) random sampling ini kami sudah berkoordinasi dengan (tujuh) perguruan tinggi yang disebutkan dan akan berlangsung sampai dengan 21 Juli 2020, terakhir itu di ITB,” ucap Siska dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (7/7/2020).

Adapun random sampling dari sekitar 88 ribu calon mahasiswa yang akan mengikuti UTBK di Unpad, ITB, ISBI, UPI, IPB, UNSIKA, dan UNSIL itu sebanyak 1 persen atau kurang lebih 900 orang, termasuk juga panitia yang ada di tujuh perguruan tinggi tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Daud Achmad melaporkan data terbaru terkait kasus COVID-19 di Jabar.

Hingga Selasa (7/7) pukul 17:16 WIB, terdapat 3.779 kasus terkonfirmasi, 1.836 kasus aktif, 1.763 kasus sembuh, dan 180 orang meninggal dunia.

Adapun Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dalam proses pemantauan berjumlah 2.491 orang dari total 55.588 ODP. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih dalam proses pengawasan berjumlah 1.266 dari total 10.853 PDP.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers