web analytics
  
Banner Kemerdekaan

2 Desa di Kabupaten Bandung Ikuti Lomba Kampung Tangguh Covid-19

Selasa, 7 Juli 2020 17:30 WIB Ananda Muhammad Firdaus

Bupati Bandung Dadang M Naser saat berkunjung ke Lembur Tohaga Lodaya Sabilulungan Melawan Covid-19 di RW 19 Desa Margaasih, Kecamatan Margaasih, Selasa (7/7/2020). (Dok. Humas Pemkab Bekasi)

MARGAASIH, AYOBANDUNG.COM -- Dua desa di wilayah Kabupaten Bandung menjadi wakil dalam lomba Kampung Tangguh Nusantara Covid-19 tingkat Polda Jabar.

Kedua desa tersebut yaitu Desa Margaasih, Kecamatan Margaasih yang berada di wilayah hukum Polres Cimahi, dan Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu yang berada di wilayah hukum Polresta Bandung.

“Kedua desa ini ada di wilayah otonom Kabupaten Bandung, namun secara teritorial terpisah wilayah hukumnya. Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-74 ini, mudah-mudahan salah satunya bisa menjadi juara,” ucap Bupati Bandung Dadang M Naser di sela-sela peninjauannya ke Lembur Tohaga Lodaya Sabilulungan Melawan Covid-19 di RW 19 Desa Margaasih, Kecamatan Margaasih, Selasa (7/7/2020).

Adapun salah satu kriteria penilaian lomba ini yakni esensi ketangguhan itu sendiri. Ketangguhan diartikan Dadang bukan hanya saat Covid-19 mewabah, namun ketangguhan masyarakat di bidang pangan, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pemberdayaan masyarakat, kepedulian sosial, dan aspek-aspek lainnya.

Untuk Desa Margaasih, Dadang menilai, ketangguhan tampak dari kekompakan warga RW 19 yang telah tumbuh sejak lama. Pada tahun 2001 warga secara sabilulungan membangun sumur artesis.

Selain itu, Lembur Tohaga sudah memiliki bank sampah yang dikelola pengurus RT. Bahkan hasil penjualannya digunakan untuk membayar listrik penerangan jalan. Warga juga sudah mengembangkan apotek hidup dan menanam lele sebagai simbol ketahanan pangan.

Saat corona mewabah, beber Dadang, banyak kegiatan yang diinisiasi warga. Antara lain melakukan karantina untuk mencegah penyebaran virus, membentuk dapur shodaqoh, menyiapkan rumah karantina bila ada warga yang terpapar, dan juga tempat pemulasaraan jenazah dengan standar penanganan pasien Covid-19.

“Ini peran ketua RW 19 Pak Nandang Supriatna, sebagai pensiunan LIPI, pengalamannya dibaktikan untuk memberdayakan dan mendapat dukungan warga. Sehingga kesiapsiagaan warga, dalam menghadapi berbagai kondisi sungguh luar biasa. Ini bisa menjadi motivasi juga bagi desa lainnya di Kabupaten Bandung," katanya.

Dadang memperkirakan, situasi yang tengah dihadapi masyarakat saat ini akan lama. Status kewaspadaan Covid-19 di Kabupaten Bandung pun yang sempat berada di zona biru secara dinamis menjadi kuning.

“Virus corona tidak akan hilang selama manusia hidup. Misalkan saat ini vaksin ditemukan, baru bisa digunakan pada manusia satu atau dua tahun mendatang. Status kita menjadi kuning lagi, karena memang ada tambahan pasien warga kita, yang terpapar di luar daerah. Jangan memikirkan status lah, yang penting jaga terus kewaspadaan kita, jangan sampai lengah,” ujarnya.

Dia pun mengimbau warga antara lain, selalu bermasker saat keluar rumah, rajin cuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak saat berinteraksi sosial.

“Saat ini kita menjalani AKB (adaptasi kebiasaan baru), namun jangan terjebak euforia, apalagi sampai memadati tempat-tempat wisata atau berkerumun tanpa menghiraukan protokol kesehatan. Jaga kesehatan, jaga imun, kuatkan iman, Insyaallah aman, Amin,” katanya.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel lainnya

dewanpers