web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Mantan Bupati Indramayu Divonis 4,5 Tahun Penjara

Selasa, 7 Juli 2020 17:18 WIB Nur Khansa Ranawati

Mantan Bupat Indramayu, Supendi. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Mantan Bupati Indramayu, Supendi terbukti bersalah dalam kasus korupsi pengadaan sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Majelis hakim kemudian menjatuhkannya vonis 4,5 tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (7/7/2020).

"Menyatakan bersalah dan mengadili terdakwa Supendi dengan menjatuhkan hukuman empat tahun enam bulan penjara dengan denda sebesar Rp250 juta," ungkap Ketua Majelis Hakim.

Bila denda tidak dipenuhi, maka gantinya adalah tambahan empat bulan kurungan. Supendi dinyatakan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kewajibannya sebagai penyelenggara negara sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 5 ayat 4 dan 6 UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).‎

Putusan tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa sebelumnya. Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK sebelumnya menuntut Supendi hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan.

Di samping itu, Supendi juga dikenakan kewajiban untuk memberikan uang sebesar Rp1,08 miliar untuk dimasukan ke kas Pemkab Indramayu. Hal tersebut untuk menggantikan kerugian kas daerah akibat perbuatannya.

"Jika tidak ada harta benda, maka terdakwa akan mendapat tambahan hukuman 1 tahun penjara," ungkapnya.

Majelis Hakim juga menetapkan bahwa Supendi tidak akan memiliki hak politik untuk dipilih dalam dua tahun ke depan. Sehingga, kemungkinan besar Supendi tidak akan bisa mengikuti pemilihan kepala daerah.

Sebelumnya, Supendi diyakini bersalah terkait penerimaan uang suap seniai lebih dari Rp3,9 miliar dari sejumlah pengusaha. Suap tersebut diberikan terkait  proyek pembangunan di lingkungan Pemkab Indramayu.

Salah satu pengusaha yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini adalah Carsa ES. Supendi menerima suap tersebut dengan iming-iming akan memberikan proyek pekerjaan pada Carsa.

Perbuatan tersebut dianggap melanggar Pasal 12 huruf a jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jis Pasal 55 ayat (1) Ke-1, Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus
dewanpers