web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Lagi Zaman Susah, SMP Swasta di Cianjur Jual Buku Jutaan Rupiah

Selasa, 7 Juli 2020 15:37 WIB Muhammad Ikhsan

Ilustrasi (Pixabay)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM — Memasuki tahun ajaran baru 2020/2021, sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Cianjur, diduga menjual buku pelajaran dengan nilai jutaan rupiah di saat pandemi Covid-19

Terutama sekolah swasta, mereka mewajibkan muridnya membeli buku walapun kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan jarak jauh.

Informasi yang dihimpun Ayobandung.com dari beberapa orangtua murid SMP diwajibkan membeli seragam sekolah, pakaian olahraga, dan atribut. Bahkan ada yang ditambah dengan menjual buku pelajaran.

Bagi SMP negeri, orangtua murid hanya diwajibkan membeli seragam sekolah, pakaian olahraga, dan atribut. Sedangkan buku pelajaran, sifatnya hanya penawaran.

“Iya hanya membeli pakaian saja, itu tidak jadi masalah. Lantaran memang harus memakai seragam, pakaian olahraga maupun atribut lainnya,” ujar orangtua murid salah satu SMP Negeri di Cianjur, Asriyanti (43) kepada Ayobandung.com, Selasa (7/7/2020).

Berbeda dengan SMP swasta, bagi murid baru  selain uang pokok dan seragam, juga harus membeli buku pelajaran bernilai jutaan rupiah. Sedangkan bagi siswa naik kelas, selain registrasi juga harus membeli buku pelajaran.

Salah seorang orangtua murid SMP Islam Kreatif yang meminta identitasnya disembunyikan mengatakan, anaknya sekarang naik kelas, tapi harus membeli buku sekitar Rp1.500.000.

“Masa hanya tiga buku harganya Rp 1.5 juta, terpaksa saya bayar. Padahal pihak sekolah harus bijak, di saat pandemi Covid-19 tidak dibebankan dengan biaya lainnya, cukup bulanan saja,” tutur sumber itu dengan nada kesal.

Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Cupi Kanigara mengatakan untuk SMP Negeri sudah jelas penjualan buku dilarang, lantaran ada dana BOS.

“Kalau ada SMP negeri yang menjual buku, silakan sebutkan sekolahnya dan saat ini juga saya hubungi. Kan sudah jelas, tidak boleh ada pungutan,” terangnya.

Sedangkan bagi SMP swasta, alangkah baiknya jangan memaksakan menjual buku pada murid disaat pandemi Covid-19 seperti ini. 

“Kalau swasta memang tidak ada larangan menjual buku, tapi kami imbau jangan jual apa pun di saat kondisi seperti ini,” tandasnya.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers