web analytics
  

Pembangunan Rudet Tamansari Bandung Menunggu IMB

Selasa, 7 Juli 2020 14:44 WIB Nur Khansa Ranawati

Tamansari (Istimewa)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Saat ini, proyek pembangunan rumah deret (rudet) Tamansari Bandung masih terus berproses. Pembangunan fisik tahap pertama disebut akan segera dilakukan tahun ini.

Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung Nunun Yanuati mengatakan, pihaknya masih menunggu keluarnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk melakukan pembangunan fisik. Sementara tes sondir akan dilakukan setelah proses pengukuran lahan selesai.

"Saat ini kita laksanakan pengukuran ulang dan pengetesan sondir. Jadi masih proses perencanaan. Izin lingkungan sudah, proses arsitektur beres, yang belum IMB," ungkapnya ketika ditemui di Balai Kota Bandung, Selasa (7/7/2020).

Ia mengatakan, IMB tersebut saat ini masih diproses di Kementerian ATR/BPN. Bila izin telah keluar, maka pembangunan fisik dapat segera dilaksanakan.

"Sekarang sedang diproses di BPN. Kalau tes sondir minggu ini selesai, maka (IMB keluar) mungkin sekitar 2 mingguan lagi. Setelah ada IMB keluar, pembangunan bisa langsung dilakukan," ungkapnya.

Meski target pembangunan fisik diupayakan tepat waktu, namun anggaran yang tersisa tahun ini akibat rasionalisasi hanya berjumlah Rp10 Miliar dari total Rp34 Miliar. Dengan anggaran tersebut, pihaknya berencana akan membangun pondasi hingga masjid sebagai tahap awal.

"Tahun ini tetap dibangun tapi tahap awal dulu. Mudah-mudahan dengan Rp10M bisa dibangun masjid dan pondasi dulu," ungkapnya.

Pihaknya juga tidak menampik hingga saat ini masih terdapat sejumlah kepala keluarga yang memilih untuk tetap bertahan dan menolak pembangunan rudet. Dirinya menyebut hal tersebut perlu dinegosiasikan lintas sektor karena tidak hanya menyangkut masalah teknis.

"Saya juga enggak tahu bagaimana, tidak bisa disimpulkan langsung oleh DPKP3. Ini kaitannya dengan masalah sosial, bukan hanya teknis. Banyak pengaruh-pengaruh dari yang lain," ungkapnya.

"Jadi masih tahap negosiasi dan diskusi dengan SKPD dan instansi lain. Seperti apa penanganan yang terbaik," tambahnya. 

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers