web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Dampak Pandemi, Penjualan Hewan Kurban di Kota Bandung Diprediksi Menurun

Selasa, 7 Juli 2020 12:49 WIB

Ilustrasi (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung memprediksi transaksi penjualan hewan kurban pada Iduladha tahun ini menurun. Salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah daya beli masyarakat yang terkena dampak Pandemi Covid-19.

"Berkurang sekitar 10 sampai 20 persen dari sisi kuantitas yang terjual," ujar Kepala Dispangtan, Gin Gin Ginanjar di Balai Kota Bandung, Selasa (7/7). Namun pihaknya tetap berharap penjualan kurban semakin tahun meningkat.

Ia mengungkapkan, peniadaan keberangkatan haji pada tahun 2020 seharusnya mendorong masyarakat banyak yang berkurban. Namun, kondisi pandemi covid-19 saat ini berdampak kepada seluruh aspek sehingga diprediksi menurun.

Katanya, prediksi menurunnya penjualan karena saat ini banyak imbauan agar dana untuk berkurban disedekahkan. Selain itu, adanya imbauan membeli hewan kurban secara online. "Sisi penjualan langsung (diprediksi), berkurban lewat uang belum dihitung," katanya.

Gin Gin menambahkan, para penjual hewan kurban harus memperoleh izin dari Wali Kota Bandung untuk bisa beroperasi agar terpantau dan terawasi. Selain itu, pihaknya akan memeriksa seluruh hewan kurban yang akan dijual untuk memastikan sehat dan layak untuk dikonsumsi.

Pihaknya akan memberikan kalung sehat kepada hewan kurban yang telah diperiksa dan dinyatakan sehat, tidak cacat dan sesuai umur untuk disembelih. Katanya, sebanyak 30 ribu kalung sehat telah disiapkan. 

"Tahun lalu pedagang 528 orang, total hewan kurban dijual 26 ribu itu yang terdaftar dan termonitor. Di Kota Bandung ada beberapa peternak sehingga angkanya bisa lebih banyak," katanya. Menurutnya, sebanyak 26 ribu hewan kurban tersebut telah diperiksa.

Penjualan hewan kurban dan saat penyembelihan harus menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menyiapkan tempat mencuci tangan dan menjaga jarak. Selain itu  penjual harus memastikan hewan kurban yang dijual tidak cacat, sehat, kurus, berkelamin jantan dan cukup umur.

Kabid Keamanan Pangan Dispangtan, Erma Riah mengatakan saat penyembelihan dan pembagian hewan kurban tidak boleh mengundang kerumunan. Ia mengatakan, pihaknya menyarankan agar masyarakat menyembelih hewan kurban di rumah pemotongan hewan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers