web analytics
  

15 Cara Mengobati Hati Gelisah

Selasa, 7 Juli 2020 06:01 WIB
Umum - Pendidikan, 15 Cara Mengobati Hati Gelisah, Berdoa,Doa,Gelisah,Hati,Gundah

Ilustrasi. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Dalam Kitab Ath Thibb An Nabawi karya Ibnu Qayyim Al Jauziah dan diringkas oleh oleh Abu Syuhaib Al Karimi, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW ketika tertimpa kesulitan biasa berdoa:

"Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah yang Maha Agung dan Maha Lembut. Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah, Rabb dari Arsy yang agung. Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah, Rabb dari langit yang tujuh, Rabb dari bumi serta Rabb dari Arsy yang mulia." (HR Bukhari-Muslim).

Dalam sabda lainnya, Nabi Muhammad berkata, "Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) saat masih berada  dalam perut ikan paus adalah:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

"Laa Ilaaha Illa Anta Subhaanaka Innii Kuntu Minazh Zhaalimiin." Yang artinya, "Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." (HR Tirmidzi)

Dalam penjelasannya, masih dalam hadis Nabi Muhammad tersebut, setiap orang yang berdoa dengan doa tersebut, pasti akan dikabulkan.

Berikut ini 15 jenis obat hati yang gundah dan sedih, menurut Ibnu Qayyim:

Pertama, dengan tauhid Rububiyyah.

Kedua, dengan tauhid Uluhiyyah.

Ketiga, dengan tauhid ilmiy dan Itiqadiy (keyakinan tauhid secara ilmiah dan imani).

Keempat, dengan menyucikan Allah dari keyakinan bahwa Allah menzalimi hamba-hambanya.

Kelima, dengan pengakuan dari seorang hamba bahwa dirinya telah berbuat zalim.

Keenam, dengan tawasul kepada Allah dengan hal yang paling disukai-Nya, yakni melalui asma dan sifat-Nya.

Ketujuh, dengan memohon pertolongan kepada Allah semata.

Kedelapan, dengan pengakuan seorang hamba kepada Allah melalui harapan kepada-Nya.

Kesembilan, merealisasikan tawakal, penyerahan diri kepada Allah.

Kesepuluh, menenangkan jiwanya dalam taman Alquran.

Kesebelas, beristigfar.

Kedua belas, bertobat.

Ketigabelas, berjihad.

keempatbelas, melaksanakan salat.

Kelimabelas, berlepas diri dari segala daya dan kekuatan, dan hanya menyerahkan keduanya kepada Allah, yang di tangan-Nya segala bentuk daya dan kekuatan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers