web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Suhu Bandung Lebih Dingin dari Biasanya, Ini Penjelasan BMKG

Senin, 6 Juli 2020 23:14 WIB Nur Khansa Ranawati

Cuaca mendung Kota Bandung. (Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Beberapa hari belakangan, suhu udara di Kota Bandung dan sekitarnya terasa lebih dingin dari biasanya, terutama di malam dan pagi hari. Di malam dan pagi hari, rata-rata suhu di Kota Bandung dapat mencapai 19 derajat celcius.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Bogor Abdul Mutholib mengatakan, hal tersebut merupakan fenomena yang jamak terjadi jelang memasuki musim kemarau. Biasanya, hal ini terjadi mulai Juni hingga Agustus.

"Umumnya mulai Juni hingga Agustus wilayah selatan ekuator Indonesia suhu udaranya akan mencapai titik minimum," ungkapnya ketika dihubungi Ayobandung.com, Senin (6/7/2020).

Ia yang juga bertanggungjawab memantau perkembangan cuaca Bandung Raya mengatakan, periodisasi musim kemarau dan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia adalah karena gerak semu matahari. Di sekitar Juli, posisi semu matahari berada di garis balik utara bumi.

"Tekanan rendah berada ada wilayah ini. Dampaknya adalah massa udara kering yang melintas di atas Indonesia menuju ke utara. Sedangkan dampak lanjutannya adalah musim dingin di Australia,"paparnya.

Ia mengatakan, intrusi suhu dingin dari Australia tersebutlah yang menyebabkan suhu pada pagi hari menjadi relatif lebih dingin. Di siang hari, hembusan angin dingin ini dapat menekan kenaikan suhu akibat penyinaran matahari.

"Hasilnya suhu harian menjadi rendah atau lebih dingin dari biasanya," ungkapnya.

Suhu harian di musim ini akan terasa lebih dingin di dataran tinggi. Ia mengatakan, berdasarkan catatan historis, suhu terendah yang pernah terjadi di Kota Bandung mencapai 111 derajat celcius.

"Dari data historis suhu minimum dan maksimum absolut yang pernah terjadi di Kota bandung dan sekitarnya berkisar 11°C - 35°C," ungkapnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers