web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Pasukan China Mundur dari Perbatasan India

Senin, 6 Juli 2020 22:38 WIB

Konvoi kendaraan militer di sekitar perbatasan China-India. (AFP)

CHINA, AYOBANDUNG.COM -- China mulai menarik mundur pasukannya dari perbatasannya dengan India. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, situasi di perbatasan China-India sempat memanas setelah terjadi bentrok yang menewaskan 20 tentara perbatasan India pada Juni.

Menurut sumber dari pemerintah India kepada Reuters, Senin (6/7/2020), militer China membongkar tenda dan bangunan di sebuah situs di Lembah Galwan, tempat terjadinya bentrokan terakhir terjadi.

Kendaraan terlihat menyingkir dari daerah itu, serta di Hotsprings dan Gogra, dua zona perbatasan yang diperebutkan kedua negara selama ini.

Sebelumnya pada Minggu (5/7/2020), pertemuan digelar antara penasihat keamanan nasional India, Ajit Doval, dan Wang Yi, salah satu diplomat utama China.

Keduanya dikabarkan bertukar pandangan secara jujur dan mendalam mengenai isu perbatasan.

Berdasarkan catatan singkat dari India dan China yang dirilis pada Senin (6/7/2020), kedua belah pihak setuju untuk menarik mundur pasukan secara signifikan.

Catatan dari India juga menyebutkan kedua belah pihak telah sepakat untuk menghormati Garis Kendali Aktual (LAC) yang mencerminkan posisi di sepanjang bagian perbatasan yang diperebutkan. Aspek itu tidak termasuk dalam catatan Beijing terkait pertemuan tersebut.

Menanggapi pertanyaan apakah China telah memindahkan kembali peralatan di Lembah Galwan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan kedua belah pihak "mengambil langkah-langkah efektif untuk memisahkan dan meredakan situasi di perbatasan".

"Kami berharap India akan bertemu China di jalan tengah dan mengambil langkah konkret untuk melaksanakan apa yang disepakati kedua belah pihak, terus berkomunikasi secara erat melalui jalur diplomatik dan militer, serta bekerja sama untuk mendinginkan situasi di perbatasan," kata Zhao dalam konferensi pers, Senin (6/7/2020).

Pasukan China dan India bertempur selama berjam-jam di perbatasan Himalaya pada malam 15 Juni, yang mengakibatkan sedikitnya 20 tentara India tewas. China belum mengonfirmasi jumlah korban dari pihak mereka.

Jumlah korban tewas dari pihak India adalah yang tertinggi sepanjang sejarah perselisihan di wilayah perbatasan tersebut dalam lima dekade terakhir.

Peningkatan konflik itu membuat pejabat militer kedua negara melakukan pembicaraan selama berminggu-minggu untuk membahas cara mengurangi ketegangan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Tag
Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers