web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Mahasiswa Kritik Kebijakan Kampus, #TelkomBerdusta Trending di Twitter

Senin, 6 Juli 2020 15:24 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tangkapan Layar (twitter)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Mahasiswa Telkom University kembali melakukan aksi virtual dengan menggaungkan tagar #TelkomBerdusta dan #TundaBayarBPP. Aksi virtual ini kembali mengkritik kebijakan pihak kampus mengenai keringanan Penyelenggaraan Pendidikan (BPP).

Tagar #TelkomBerdusta bahkan muncul di trending topik media sosial Twitter. Tagar tersebut banyak berisikan keluhan mahasiswa terkait kebijakan di Telkom University.

Pantauan ayobandung.com sejak pukul 14.30 WIB, Senin (6/7/2020), tagar tersebut sudah menjadi trending topik terpopuler urutan pertama di Indonesia. 

Seperti yang dituliskan salah satu akun, @gncuwxx yang menyindir kebijakan kampus terkait Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) di Telkom University.

"Mantap kuliah smt depan ttp daring tp gue bayar bpp full 9jt wkwkwkw mantap kampusku #AliansiMahasiswaTelkom #TelkomBerdusta," tulisnya.

Pemilik akun @adtyasamuel juga mengeluhkan hal serupa. Dia mengaku tak habis pikir dengan kebijakan kampus yang terkesan tidak promahasiswa dalam situasi pandemi covid-19 saat ini.

"Aww pemotongan BPP 25% berlaku apabila orangtua meninggal kena covid atau di PHK. WKWKWK lawak sih nyawa orangtua diganti sama 2juta doang. Itu pemotongan bpp apa santunan kematian? Santunan kematian dari BPJS geh lebih gede," katanya.

"Kudu di PHK atau meninggal dulu ye biar dapet potongan Ortu yg kerjanya buruh, pedagang, dll ge blom masuk kategori ringan blom lagi orang yang baru kena musibah, kehilangan motor, Rmh dibobol, bahkan temen gue baru ilang sepatunya," tulis pemilik akun @anas_abdlh.

Selain itu, ada juga akun @TolakBppFull yang menyerukan agar BPP untuk dikurangi karena di tengah pandemi virus corona ini orang tua sangat sulit untuk memperoleh uang.

"Nasib yang wiraswasta dan ga di PHK tapi pemasukannya juga berkurang gimana dong?! Tolong lah, kami juga masih ingin belajar. musibah covid kan dampaknya ke semua orang juga, bahkan hampir ke seluruh aspek kehidupan. tolong mengerti pak buk," tulisnya.

Bukan hanya sejumlah cuitan tersebut, tanggapan berbeda dicuitkan oleh @mintdhchoco yang menuntut agar kampus transparan terkait dana yang digunakan selama pandemi virus Corona.

"Apa sih susahnya transparansi laporan keuangan? kan udah diatur UU kalau badan publik harus transparan," tulisnya.

Sebelumnya, Aliansi Mahasiswa Telkom pun menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Yayasan Pendidikan Telkom (YPT), Jumat (3/7/2020). Mereka melayangkan lima tuntutan bagi pihak kampus. 

Selain dari penurunan BPP, ada juga perihal transparansi laporan keuangan, rencana kerja anggaran, rencana kerja manajerial, bantuan bagi mahasiswa yang orang tuanya terdampak, mengembalikan biaya asrama selama pandemi dan menerapkan protokol kesehatan untuk aktivitas di dalam kampus.

Mahasiswa beranggapan selama masa kuliah daring tidak banyak fasilitas yang dipakai seperti ruangan kampus, biaya operasional dosen yang tidak diwajibkan ke kampus, air, listrik, dan biaya praktek mahasiswa. Karenanya, mereka menuntut adanya penurunan BPP 50% tersebut terkait kebijakan rektor soal kuliah daring (online) semester depan.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers