web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Pelatih Persib Ikuti Tren Gowes Selama Pandemi Covid-19

Minggu, 5 Juli 2020 18:09 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Pelatih Persib Bandung Robert Alberts ([email protected])

CICENDO, AYOBANDUNG.COM -- Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts ikut meramaikan tren naik sepeda alias gowes selama pandemi Covid-19. Bersepeda beberapa waktu lalu telah menjadi tren anyar di masyarakat selama masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pandemi Covid-19. Bersepeda dinilai sebagai olahraga alternatif mengisi waktu luang selama masa pandemi Covid-19 yang masih mendera Indonesia.

Robert menjalani aktivitas gowes ini pada Sabtu (4/7/2020) bersama staf manajemen Persib. Dia dan rombongan menjajal rute menuju Tebing Keraton, Taman Hutan Raya (Tahura) di Kawasan Dago Pakar Atas untuk kemudian kembali lagi ke Graha Persib.

Robert sangat antusias mengikuti agenda ini. Bahkan, ia membeli sepeda baru beberapa hari sebelumnya. Tak tanggung-tanggung, dia sengaja membeli sepeda balap tipe road bike dan trail bike untuk mendukung hobi bersepedanya itu.

"Hanya untuk bersenang-senang bersama staf (manajemen Persib), menyenangkan," kata Robert.

Robert menuturkan, kegiatan ini menjadi salah satu cara menyalurkan hobi bersepedanya. Dia juga mengaku agenda gowes ini akan menjadi salah satu kegiatan rutin yang masuk dalam agenda hariannya ketika latihan tim diliburkan.

"Iya kalau latihan (libur). Ini juga bagus untuk melatih mental. Ini juga bisa beristirahat dulu (jika kelelahan) dan tidak terburu-buru," katanya.

Dia juga menilai bersepeda lebih bagus untuk cardio dibandingkan joging atau berlari. Menurutnya, menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga penting bagi setiap orang. Khususnya bagi dirinya yang telah menginjak usia 65 tahun.

"Selama bersepeda detak jantung saya paling tinggi mencapai 165 dan cukup menarik. Menariknya, dalam 1 jam bisa mencapai titik maksimal detak jantung. Penting bagi saya dan itu tergolong tinggi jika melihat usia saya," ungkapnya.

Robert juga mengaku, bersepeda telah menjadi kebiasaan baginya bahkan sejak masih duduk di bangku sekolah. Eks penggawa Ajax Amsterdam itu bahkan mengaku lekat dengan aktivitas gowes sejak usia 12 tahun.

"Setiap hari saya juga bersepeda untuk berlatih. Sejak saya memulai karir, ketika masih berusia 12 tahun, di Ajax, setelah pulang sekolah, saya mengendarai sepeda selama 1 jam untuk berlatih. Setelah latihan selesai, saya harus menghabiskan waktu 1 jam lagi untuk pulang. Jadi saat masih muda, saya pergi kemanapun menggunakan sepeda," katanya.

Sementara itu bagi Robert, agenda bersepeda ini menjadi kali keduanya bersepeda di wilayah Bandung. Sebelumnya, pelatih asal Belanda itu dan skuat Maung Bandung menjalani cross country dengan sepeda di kawasan Lembang sebagai ajang persiapan pramusim 2020. Namun Robert menilai, trek kali ini cukup menantang karena banyak tanjakan menguras energi.

"Sebelumnya sudah bersama tim ketika pramusim. Tapi ini berbeda karena berjalan-jalan menggunakan sepeda bersama staf di Bandung. Rutenya juga bagus. Menantang," katanya

Kendati demikian, mantan pelatih PSM Makassar dan Arema FC itu tidak menyarankan pemainnya untuk sering bersepeda di jalan raya. Dia menilai akan cukup berbahaya bagi pemain jika sering berada di lingkungan umum karena pandemi Covid-19 masih berlangsung.

"Untuk pemain, kami sudah pernah melakukannya di pramusim dengan semuanya. Tapi saya tidak menyarankan mereka sering bersepeda di jalan raya, mungkin hanya untuk bersenang-senang saja. Pemain juga tidak boleh berada di lingkungan umum seperti ini karena terlalu berbahaya," ujarnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers