web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Janda Penyanyi Dangdut di KBB Nyambi Jadi Kurir Sabu

Senin, 6 Juli 2020 14:43 WIB Tri Junari

Janda Penyanyi Dangdut Nyambi Kurir Shabu (Ayobandung.com/Tri Junari)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi menangkap tersangka pengedar narkotika jenis sabu yang dilakukan oleh TN alias Vina (40) seorang wanita penghibur warga Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Janda dua anak itu ditangkap 27 Juni 2020 lalu. Setidaknya sebanyak 35 gram sabu disita dari biduan itu. Vina diduga masuk dalam jaringan pengedar melibatkan narapidana di lembaga pemasyarakatan.

Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengungkapkan, penangkapan Vina dilakukan usai adanya laporan dari masyarakat. Kemudian dilakukan penyelidikan selama satu pekan.

"Kita lakukan penggerebegan di tempat tinggalnya. Setelah dilakukan penggeledahan, didapati barang bukti berupa sabu," ungkapnya saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Jalan Jenderal Amir Machmud, Senin (6/7/2020).

Kepada Polisi, Vina mengaku mendapat pasokan narkoba dari seorang narapidana yang kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan. Biduan tersebut berperan sebagai kurir dan mengedarkan sabu di wilayah hukum Polres Cimahi.

"Teknisnya perempuan langsung menjual barang bukti dari Lapas. Kita akan kembangkan ke dalam Lapas. Ada hubungannya dengan orang Lapas," terang Yoris.

Kasatnarkoba Polres Cimahi, AKP Andri Alam menambahkan, tersangka Vina kenal narkoba dari tempat hiburan. Awalnya, ia hanya menjadi pemakai sebab sudah dilakukan penangkapan tahun 2017 silam dan langsung direhab.

Setelah selesai direhab, Vina malah kembali terjerumus dengan menjadi pemakai dan pengedar. Dari tempat hiburan, tersangka membuat jaringan dengan menjual sabu dari Lapas kepada konsumennya.

"Tersangka biasa diundang sebagai penghibur (biduan) main di cafe-cafe. Kebanyakan konsumennya di tempat hiburan," ujar Andri.

Sebetulnya, jelas Andri, biasanya Vina menjual narkotika hingga 200 gram dalam sehari, dengan harga jual Rp 1,5 juta per gram. Namun saat ditangkap, barang bukti yang tersisa hanya sekitar 35 gram.

Tersangka, kata Andri, kurang kooperatif ketika dimintai keterangan. Sebab, ketika pihaknya melakukan penelusuran ke lapangan, termasuk Lapas yang diduga menyuplai barang, ada keterangan yang berbeda.

"Sedang kita pelajari, kita sempat ke lapas ternyata keterangan terssangka berbeda dengan di lapangan. tersangka komunikasinya pakai ponsel dengan sistem terputus," jelas Andri.

Sementara itu, tersangka mengaku menjadi pengedar narkoba untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama dua orang anak. 

"Awalnya memang saya cuma jual barang terus dapat barang lagi. Tapi baru-baru ini dapat keuntungan," katanya.

Akibat perbuatannya, Vina terancam hukuman 5 sampai 20 tahun penjara karena melanggar Pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers