web analytics
  

Diduga Keluarkan 'Surat Sakti' untuk PPDB, DPRD Kota Bandung Angkat Bicara

Senin, 6 Juli 2020 14:35 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Diduga Keluarkan 'Surat Sakti' untuk PPDB, DPRD Kota Bandung Angkat Bicara, PPDB 2020,Kuota PPDB 2020,PDB Kota Bandung,DPRD Kota Bandung

Diduga Keluarkan 'Surat Sakti' untuk PPDB, DPRD Kota Bandung Angkat Bicara (Istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Bandung kembali diwarnai kontroversi. Saat ini, beredar surat aspirasi dengan kop DPRD Kota Bandung yang dikeluarkan oleh Partai Golkar.

Isinya memuat permohonan dan data diri seorang siswa. Diduga hal tersebut merupakan upaya untuk mengakomodasi siswa yang bersangkutan agar diterima di sekolah tujuan.

Surat tertanggal 29 Juni 2020 tersebut ditujukan pada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Serta ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris fraksi Golkar DPRD Kota Bandung, Juniarso Ridwan dan Wawan Mohamad Usman.

"Dengan ini kami memohon kiranya Bapak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dapat mempertimbangkan aspirasi masyarakat tersebut serta memberikan solusi sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku," demikian bunyi isi surat tersebut.

Di dalam surat juga terdapat data diri siswa yang bersangkutan meliputi nama, NISN, asal sekolah dan sekolah tujuan.

Ketika dikonfirmasi Ayobandung.com, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Bandung Juniarso tidak menampik pihaknya mengeluarkan surat tersebut. Namun, ia mengaku tujuannya bukanlah untuk meminta pihak sekolah agar menerima siswa yang bersangkutan.

"Kita menyampaikan aspirasi dari warga, itu kita sampaikan saja tidak ada tendensi yang gimana-gimana," ungkapnya ketika dihubungi via telepon, Senin (6/7/2020).

Ia mengatakan orang tua siswa yang bersangkutan merasa bingung dan putus asa terkait proses PPDB yang tengah dijalani. Sehingga orang tua tersebut meninta bantuan pihaknya untuk menyalurkan aspirasi pada Disdik Jabar.

"Mereka bingung mengeluh harus bagaimana, minta aspirasinya disampaikan. Kita sampaikan saja, tidak menekan (anak tersebut) untuk diterima (di sekolah tujuan)," ungkapnya.

Ketika ditanya apakah warga lainnya dapat melakukan hal yang sama untuk mendapatkan surat aspirasi, ia mengatakan bahwa orang tua siswa yang bersangkutan adalah pendukung partainya.

"Ya asalkan konsekuen. Ini mah (orang tua siswa yang berangkutan) yang memilih saya dan teman-teman di fraksi Golkar, minta aspirasinya disampaikan," ungkapnya.

Editor: Rizma Riyandi
dewanpers