web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Jika Hormon Wanita Tak Seimbang, Ini 6 Dampaknya

Senin, 6 Juli 2020 01:39 WIB

Ilustrasi. (Pixabay/Robin Higgins)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Jika hormon wanita tidak seimbang, mungkin mereka akan merasa kembung, mudah tersinggung, atau menstruasi tidak teratur.

Melansir WenMD, hormon adalah pembawa pesan kimiawi yang memengaruhi cara sel dan organ Anda berfungsi.

Ketidakseimbangan hormon memang bisa terjadi, seperti sebelum dan selama menstruasi Anda, saat hamil, hingga selama menopause. Berikut adalah beberapa tanda ketidakseimbangan hormon yang paling umum.

1. Menstruasi Tidak Teratur

Sebagian besar menstruasi datang setiap 21 hingga 35 hari. Jika hormon Anda tidak tiba pada waktu yang sama setiap bulan atau Anda melewatkan beberapa bulan, mungkin Anda memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon tertentu baol estrogen atau progesteron.

Jika Anda berusia 40-an atau awal 50-an, alasannya bisa jadi perimenopause. Tetapi menstruasi yang tidak teratur dapat menjadi gejala masalah kesehatan seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS).

2. Masalah Tidur

Progesteron, hormon yang dilepaskan oleh indung telur untuk tidur lebih nyenyak. Jika level hormon lebih rendah dari biasanya, itu bisa membuat Anda sulit tidur.

3. Jerawat Kronis

Jerawat yang tidak hilang bisa menjadi gejala masalah hormon. Kelebihan hormon androgen dapat menyebabkan kelenjar minyak Anda terlalu banyak bekerja. Androgen juga mempengaruhi sel-sel kulit di dalam dan di sekitar folikel rambut Anda.

Kedua hal itu dapat menyumbat pori-pori Anda dan menyebabkan jerawat.

4. Memori

Para ahli tidak yakin persis bagaimana hormon berdampak pada otak Anda. Tetapi mereka yakin perubahan dalam estrogen dan progesteron dapat membuat linglung dan sulit bagi Anda mengingat sesuatu.

Beberapa ahli berpikir estrogen berdampak pada bahan kimia otak yang disebut neurotransmitter. Masalah perhatian dan ingatan sangat umum terjadi selama perimenopause dan menopause.

5. Masalah Perut

Usus Anda dilapisi dengan sel-sel kecil yang disebut reseptor yang merespons estrogen dan progesteron. Ketika hormon-hormon ini lebih tinggi atau lebih rendah dari biasanya, Anda mungkin melihat perubahan dalam cara Anda mencerna makanan.

Kondisi itu menyebabkan diare, sakit perut, kembung, dan mual yang dapat muncul atau menjadi lebih buruk sebelum dan selama menstruasi.

6. Perubahan Suasana Hati dan Depresi

Para peneliti berpikir penurunan hormon atau perubahan cepat dalam kadar hormon dapat menyebabkan kemurungan. Estrogen mempengaruhi bahan kimia otak utama seperti serotonin, dopamin, dan norepinefrin.

Sementara hormon lain yang menempuh jalur yang sama dengan neurotransmiter juga berperan dalam perasaan Anda.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers