web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Rektor Unjani Sebut Pandemi COVID-19 Tantangan Besar Bagi Dunia Farmasi

Minggu, 5 Juli 2020 15:09 WIB Redaksi AyoBandung.Com

Webinar 'Tantangan Industri Farmasi Pada Era Pandemik COVID-19', Sabtu (4/7/2020). (Istimewa)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Wabah sindrom pernapasan akut Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang menyebabkan penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) tak hanya menjadi tantangan bagi para dokter, juga apoteker atau ahli farmasi.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, Prof. Hikmahanto Juwana saat membuka kegiatan Webinar yang digelar Fakultas Farmasi Universitas Achmad Yani bekerjasama dengan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Barat dengan tema 'Tantangan Industri Farmasi Pada Era Pandemik COVID-19', Sabtu (4/7/2020).

"Pandemi COVID-19 membuat dunia farmasi menghadapi tantangan besar. Tetapi dalam tantangan itu tentunya selalu ada opportunity (kesempatan) yang besar," kata Prof. Hikmahanto Juwana.

"Opportunity yang kaitannya dengan komersial, opportunity untuk kemanusiaan, ini yang sebenarnya menjadi sangat-sangat penting (dibandingkan aspek komersial), dan juga opportunity untuk menyelematkan dunia di tengah krisis akibat pandemi COVID-19 ini," ungkapnya.

Meski sejumlah negara mulai bisa mengendalikan COVID-19, namun kata Hikmahanto, tugas berat masih dikerjakan dunia farmasi. Sebab saat ini vaksin ataupun obat untuk COVID-19 yang betul-betul efektif dan secara sah diakui WHO belum ditemukan.

"Tidak hanya Indonesia, hampir seluru negara di dunia ini terdampak. Tentunya sampai sekarang masyarakat masih waswas. Tapi masyarakat juga ingin tetap berinteraksi di luar, melakukan aktivitas layaknya sebelum masa pandemi COVID-19," ungkap Hikmahanto.

"Karenanya pemerintah kemudian mulai menerapkan normal baru atau tatanan baru, dimana masyarakat diminta untuk menerapkan physical distancing, lebih bersih diri seperti rutin mencuci tangan dan menggunakan masker, juga meningkatkan imunitas," jelasnya.

Untuk saat ini, berdasarkan banyak penelitian, COVID-19 bisa dilawan dan tak mudah menyerang kepada mereka yang memiliki imunitas atau pertahanan tubuh yang baik.

"Dalam rangka meningkatkan imunitas, industri farmasi mempunyai harapan yang sebelumnya tak terpikirkan. Dunia farmasi sangat dibutuhkan masyarakat. Sekarang ini sejumlah negara terus berupaya mencari vaksin yang efektif untuk COVID-19, termasuk Indonesia," paparnya.

"Perusahaan-perusahaan farmasi sedang berlomba menemukan vaksin, karena dengan vaksin ini harapannya new normal ini bisa kembali ke situasi normal (seperti sebelum pandemi)," jelas Hikmahanto.

Sementara itu, penyelenggaraan webinar oleh Fakultas Farmasi Unjani dan IAI Jabar, Hikmahanto menjelaskan, webinar yang menghadirkan para narasumber berkompeten di bidang farmasi menjadi bukti bahwa Universitas Achmad Yani komitmen ikut berkontribusi dalam penanganan COVID-19 di Indonesia, terutama di Jawa Barat.

Melalui kegiatan webinar yang dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis ke-30 Unjani diharapkan muncul pemikiran, ide-ide dan masukan yang berguna dalam rangka penanggulangan pandemi COVID-19. Bahkan, melalui kajian akademis, baik yang sifatnya penelitian maupun teoritis.

"Fakultas Farmasi ini tergolong baru dari 8 Fakultas yang ada di Universitas Achmad Yani. Saya menyambut bahagia kegiatan webinar ini, semoga para peserta mendapatkan berbagai ilmu yang disampaikan para narasumber," tuntasnya.

Adapun narasumber yang dihadirkan dalam Webinar ini adalah Fikri Alatas (Wakil Dekan I Fakultas Farmasi Unjani), Ariyono W. Ardi (Ketua Himpunan Seminar Farmasi Industri Ikatan Apoteker Indonesia), Anton Hidayat (Praktisi Farmasi Industri/Alumni Farmasi Unjani), dan Ario Genipa Suhendi. Sementara moderator Faizal Hermanto (Wakil Dekan III Fakultas Farmasi Unjani).

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers