web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Kementan Bakal Produksi Kalung Antivirus, Penangkal Corona?

Minggu, 5 Juli 2020 12:17 WIB

Kalung antivirus corona (Dok. Kementerian Pertanian via Suara.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Pertanian (Kementan) berencana memproduksi antivirus berbasis tanaman atsiri (eucalyptus) dengan kemasan bentuk kalung pada Agustus nanti.

Kementan menyatakan, kalung yang disebut antivirus corona itu bukanlah vaksin virus corona atau Covid-19 yang saat ini menjadi pandemi. Namun diklaim kalung itu sudah teruji.

"Ini bukan vaksin, tapi kita sudah lakukan uji efektivitas dilaboratorium," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan Fadjry Djufry kepada Suara.com, Minggu (5/7/2020).

Menurut Fadjry, kalung antivirus corona bukanlah obat oral, melainkan obat yang dihirup aromanya. Seperti obat-obat pereda tenggorokan yang lain seperti inhaler.

Fadjry Djufry mengungkapkan bahwa kalung antivirus corona ini telah diuji secara klinis dan efektif dalam membunuh virus, seperti virus corona yang menyebabkan Covid-19.

Dia memastikan kalung antivirus yang terbuat dari bahan dasar kayu putih (eucalyptus) ini pun siap akan diproduksi massal pada Agustus mendatang.

"Minyak eucalyptus ini juga sudah turun menurun digunakan orang dan sampai sekarang tidak ada masalah, sudah puluhan tahun lalu orang mengenal eucalyptus atau minyak kayu putih, meskipun berbeda sebenarnya. Tetapi masih satu famili hanya beda genus di taksonomi," katanya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kalung yang akan diproduksi merupakan racikan dari ramuan antivirus dengan menggunakan bahan baku dalam negeri, salah satunya pohon kayu putih. Adapun antivirus dengan bentuk kalung ini merupakan hasil riset dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

"Ini antivirus hasil Balitbangtan, eucalyptus, pohon kayu putih. Dari 700 jenis, satu yang bisa mematikan corona hasil lab kita. Dan hasil lab ini untuk antivirus. Dan kita yakin. Bulan depan ini sudah dicetak, diperbanyak," ujarnya di kantor Kementerian PUPR, Jumat lalu.

Pria yang akrab disapa SYL ini mengungkapkan bahwa antivirus tersebut telah diuji coba. Menurutnya, antivirus tersebut dapat membunuh virus corona dalam waktu 15 menit.

"Kalau kontak 15 menit dia bisa membunuh 42 persen dari Corona. Kalau dia 30 menit maka dia bisa 80 persen. Ini ada roll-nya. Kalau kita kena iris pisau, berdarah, kasih ini bisa tertutup lukanya," ucapnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Sumber: Suara.com
Editor: Ananda Muhammad Firdaus
dewanpers