web analytics
  

WHO Perbarui Informasi Dugaan Penyebaran Corona di China

Minggu, 5 Juli 2020 09:15 WIB

ilustrasi. (Freepik)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperbaharui catatan tentang tahap-tahap awal krisis Covid-19. Informasi yang didapatkan disebut dari kantor mereka di China, bukan dari pemerintah setempat.

Dilansir dari Medical Xpress, badan kesehatan PBB telah dituduh oleh Presiden AS Donald Trump gagal memberikan informasi yang diperlukan untuk membendung pandemi dan merasa puas terhadap Beijing, tuduhan yang dibantahnya.

Pada tanggal 9 April, WHO menerbitkan garis waktu awal komunikasinya, sebagian sebagai tanggapan terhadap kritik atas respons awal terhadap wabah yang kini telah merenggut lebih dari 521.000 jiwa di seluruh dunia.

Dalam kronologi itu, WHO hanya mengatakan bahwa komisi kesehatan kota Wuhan di provinsi Hubei pada 31 Desember melaporkan kasus pneumonia. Namun badan kesehatan PBB tidak menyebutkan secara spesifik siapa yang telah memberitahukannya.

Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada konferensi pers pada 20 April bahwa laporan pertama datang dari China, tanpa menyebutkan apakah laporan tersebut telah dikirim oleh otoritas China atau sumber lain.

Tetapi kronologi baru, yang diterbitkan minggu ini oleh lembaga yang berbasis di Jenewa, menawarkan versi yang lebih rinci dari berbagai peristiwa.

Ini menunjukkan bahwa itu adalah kantor WHO di China yang pada 31 Desember memberitahukan titik kontak regionalnya mengenai kasus "pneumonia virus".

Pada hari yang sama, layanan informasi epidemi WHO mengambil laporan berita lain yang ditransmisikan oleh jaringan pengawasan epidemiologi internasional ProMed - yang berbasis di Amerika Serikat - tentang kelompok kasus pneumonia yang sama dari penyebab yang tidak diketahui di Wuhan.

Setelah itu, WHO meminta pihak berwenang China pada dua kesempatan, pada 1 Januari dan 2 Januari, untuk informasi tentang kasus-kasus ini, yang mereka berikan pada 3 Januari.

Direktur kedaruratan WHO Michael Ryan mengatakan pada konferensi pers pada hari Jumat bahwa negara memiliki 24-48 jam untuk secara resmi memverifikasi suatu peristiwa dan memberikan badan tersebut dengan informasi tambahan tentang sifat atau penyebab suatu peristiwa.

Ryan menambahkan bahwa otoritas Cina segera menghubungi WHO segera setelah agensi meminta untuk memverifikasi laporan.

Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan bahwa negaranya, kontributor keuangan utama bagi WHO, akan memotong jembatan dengan lembaga itu, yang ia tuduh terlalu dekat dengan China dan karena telah mengelola pandemi secara buruk.

WHO membantah berpuas diri terhadap China.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Sumber: Suara.com
Editor: Ananda Muhammad Firdaus
dewanpers