web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Bersepeda Bisa Membuat Selaput Dara Robek

Sabtu, 4 Juli 2020 11:25 WIB Andres Fatubun

Ilustrasi bersepeda. ( 자유 천지 dari Pixabay )

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Keperawanan sering dikaitkan dengan keberadaan selaput dara

Wanita yang masih perawan identik dengan selaput dara yang masih utuh atau belum mengalami perobekan.

Banyak anggota masyarakat yang percaya, wanita dengan selaput dara sudah robek sudah tidak perawan lagi dan sudah melakukan hubungan seksual. Sehingga untuk memastikan utuh atau tidaknya selaput dara, sering dilakukan pemeriksaan yang disebut tes keperawanan. Bahkan beberapa wanita ada yang menjalani operasi selaput dara untuk memperbaiki bentuk selaput daranya.

Penyebab Selaput Dara Robek
Umumnya, selaput dara akan robek ketika terjadi penetrasi, yaitu masuknya penis ke dalam vagina saat hubungan seksual. 

Namun, bukan hanya itu saja yang dapat menyebabkan selaput dara robek. Aktivitas lain seperti olahraga berkuda, bersepeda, masturbasi menggunakan alat bantu seks, penggunaan tampon, dan tindakan medis tertentu juga dapat menyebabkan selaput dara robek.

Pada anak-anak dan remaja, selaput dara yang robek akibat cedera/trauma fisik masih dapat pulih dengan cepat dibandingkan orang dewasa.

Apa Itu selaput dara?
Selaput dara adalah lapisan selaput yang sangat tipis dan merentang di bagian bawah vagina wanita. Pada anak perempuan, selaput dara memiliki bentuk layaknya bulan sabit atau donat kecil. Umumnya, selaput dara berbentuk seperti cincin dengan adanya lubang kecil. Lubang tersebut memungkinkan keluarnya darah menstruasi.

Perubahan bentuk dari selaput dara memang dapat terjadi seiring bertambahnya usia. Selaput dara akan mengalami perubahan saat seorang remaja memasuki masa pubertas. 

Tak hanya perubahan bentuk, elastisitas selaput dara juga akan mengalami perubahan. Setelah memasuki masa remaja, selaput dara cenderung akan menjadi lebih elastis. Dan pada saat dewasa, selaput dara menjadi lebih tebal dibandingkan remaja. Perubahan yang terjadi pada selaput dara ini dipengaruhi oleh adanya perubahan hormon, termasuk hormon estrogen.

Tidak banyak wanita yang menyadari keberadaan selaput dara miliknya, meski sebenarnya selaput dara dapat dilihat menggunakan cermin, ketika merentangkan bibir vagina/labia.

Editor: Andres Fatubun

artikel lainnya

dewanpers