web analytics
  
Banner Kemerdekaan

3 Syarat Utama Penyelenggaraan Kurban saat Pandemi Covid-19

Sabtu, 4 Juli 2020 06:30 WIB

[Ilustrasi] Pemeriksaan hewan kurban di Jalan Jendral Sudirman, Kota Bandung, Senin (5/8/2019). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Agama mengeluarkan surat edaran No SE 18 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Sholat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban 1441 Hijriah. Terdapat 3 syarat utama yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan hewan kurban.

"Imbauan edaran yang diberikan pemerintah, lebih kepada aspek preventif untuk mencegah terbentuknya klaster baru di lokasi penyembelihan hewan Kurban," kata Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Fuad Nasar, dalam diskusi webinar bertajuk 'Urgensi Kurban' di tengah Pandemi Covid-19, Jumat (3/7/2020).

Syarat penyelenggaraan kurban, sebagai berikut.

  1. Penetapan jarak fisik ketika pemotongan hewan, lokasi pemotongan hanya dihadiri oleh panitia dan yang berkurban, jarak fisik ketika pencacahan, pembagian daging, dan pendistribusian dilakukan panitia kepada rumah mustahik.
  2. Penerapan kebersihan personal panitia, di antaranya pemeriksaan suhu bagi panitia, setiap bagian pemotongan harus panitia yang berbeda, panitia harus menggunakan masker, lengan panjang, dan sarung tangan, panitia harus sering mencuci tangan, serta menghindari menyentuh wajah, dan kontak fisik.
  3. Penerapan kebersihan alat kurban dengan melakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh peralatan sebelum dan sesudah pemotongan, serta menerapkan sistem satu orang satu alat.

"Penyembelihan tetap dilaksanakan di semua daerah, tetap dengan protokol kesehatan, melakukan koordinasi dengan Pemerintah setempat, kecuali tempat-tempat yang belum aman dari Covid-19. Zona merah perlu ada perhatian khusus," ucap Fuad.

Dia mengatakan, soal pembagian hewan kurban, diharapkan panitia kurban yang lebih aktif dan memberikan daging langsung ke rumah penerima manfaat. Panitia juga memastikan kebersihan selama penyelenggaraan hewan kurban.

Fuad juga mengungkapkan apresiasi kepada lembaga pengelola zakat, baik itu Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang menghidupkan syiar kurban. Kemudian mereka turut memastikan manfaat kurban dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan dari kota sampai ke desa.

"Kurban tidak hanya semata peristiwa ekonomi, pembagian daging dan dampak bagi peternak, tapi ada nilai-nilai ibadah spiritual untuk kita padukan dengan aspek kepentingan duniawi. Selamat mengawal pelaksanaan kurban dengan sebaiknya, semoga program oleh Baznas dan LAZ semakin banyak yang terbantu," ucap Fuad.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers