web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Liga 1 Berpusat di Jabar, Ini Komentar Ridwan Kamil

Jumat, 3 Juli 2020 21:12 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Dok Humas Pemprov Jabar)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM -- Wacana lanjutan Liga 1 2020 bakal digelar di beberapa wilayah kian menyeruak. Wacana ini muncul sebagai solusi bagi klub peserta agar tidak perlu mengeluarkan biaya perjalanan yang tinggi di tengah kesulitan keuangan imbas pandemi Covid-19.

Beredar kabar, Jawa Barat masuk dalam radar PSSI sebagai salah satu wilayah yang memiliki kemungkinan menjadi salah satu venue pemusatan lanjutan Liga 1 2020.

Menanggapi kabar ini, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan tetap akan berpatokan pada epidemiologis Covid-19 yang terjadi di wilayahnya terkait perizinan penggunaan stadion.

"Bukan gimana-gimana, kalau stadionnya misalnya ada di zona yang tidak memungkinkan pasti kami tidak bisa mengizinkan juga.Tapi kan sekarang PSBM atau Pembatasan Sosial Berskala Mikro. Mungkin si kotanya ada di zona kuning tapi stadionnya ada di kelurahan zona biru atau hijau, berarti boleh," kata Ridwan Kamil di Graha Persib, Jumat (3/7/2020) sore.

Sosok yang karib disapa Emil itu justru mengatakan, permasalahan besar saat ini adalah bagaimana memberi pengertian kepada suporter agar tak datang ke stadion saat kompetisi kembali bergulir.

Saat ini sejumlah wilayah di Jawa Barat diketahui sudah keluar dari zona merah covid-19. Namun hal ini, kata Emil, belum memberi garansi bahwa wilayah tersebut terbebas dari penyebaran virus corona. Apalagi kerumuman massa seperti penonton di stadion berisiko tinggi menjadi klaster baru penularan virus corona.

"Yang jadi masalah nanti bagaimana mengatur penonton, itu yang paling sulit. Tapi kalau di luar negeri kan tanpa penonton dulu kan ya?" katanya.

Karenanya mengenai wacana ini, Emil mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan jawaban pasti, boleh atau tidaknya lanjutan Liga 1 2020 terpusat di Jawa Barat.

"Kuncinya, saya patokannya sama. epidemiologis, ini sebagai patokan mengukur boleh tidaknya sebuah tempat, mau fasilitas olahraga atau bukan," ujarnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers