web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Bahaya! Jangan Nyalakan Kembang Api Setelah Pakai Hand Sanitizer

Jumat, 3 Juli 2020 16:27 WIB

Kembang api. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Para ahli mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan hand sanitizer saat akan bermain kembang api.

Seperti diwartakan Live Science, Jumat (3/7/2020) para ahli mengingatkan masyarakat bahwa hand sanitizer mengandung 60% hingga 70% alkohol. Artinya, cairan itu mudah terbakar dan kembang api bisa menjadi pemicu yang tepat untuk mengobarkan api tersebut.

"Tidak seharusnya memasangkan benda mudah terbakar karena merupakan resep untuk bencana," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional (NSC) Maureen Vogel.

Dia mengatakan, kembang api seharusnya dijauhkan dari benda-benda yang mudah terbakar. Menurut Komisi Keamanan Produk Konsumen (CPSC) percikan yang dihasilkan dari kembang api mengandung suhu sekitar 1.093 derajat Celsius.

Bermain kembang api saat baru saja mengenakan hand sanitizer akan meningkatkan risiko terbakar mengingat residu alkohol masih tersisa di tangan. Pakar meminta masyarakat membersihkan tangan mereka dengan sabun dan air jika memang akan menyalakan kembang api.

NSC juga meminta publik mengenali dan berhati-hati saat bermain kembang api meskipun benda tersebut dapat didapatkan secara legal di pasaran. NSC mengungkapkan, rata-rata 18.500 kebakaran setiap tahun yang terjadi disebabkan saat bermain kembang api atau petasan.

Kembang api juga menyumbang ribuan pasien cedera ke ruang gawat darurat rumah sakit setiap tahun. Pada 2019, misalnya, diperkirakan ada 10.000 cedera terkait kembang api yang dirawat di UGD dan 12 kematian terkait kembang api di Amerika.

CPSC memiliki sejumlah tip keselamatan saat masyarakat akan menyulut kembang api. Warga diminta untuk tidak pernah membiarkan anak-anak bermain dengan benda tersebut.

CPSC juga meminta warga agar jangan pernah menempatkan bagian tubuh secara langsung di atas kembang api ketika menyalakan sekering. Publik juga diwajibkan untuk jangan sampai mengarahkan kembang api kepada siapa pun.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers