web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Sering Mandi Air Panas Turunkan Risiko Penyakit Jantung?

Jumat, 3 Juli 2020 16:11 WIB M. Naufal Hafizh

[Ilustrasi] Mandi air panas. (Pixabay/Luis Wilker Perelo WilkerNet)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Sebuah penelitian mengklaim mandi air panas setiap hari bisa menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung dan stroke.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Heart, semakin tinggi dosisnya, semakin baik pula mandi air panas untuk kesehatan jantung. Bahkan mandi air panas setiap hari tampaknya jauh lebih baik daripada sekali atau dua kali seminggu.

"Kami menemukan bahwa sering mandi atau berendam air panas di bathup bisa menurunkan hipertensi secara signifikan. Hal itulah yang mungkin dikaitkan dengan rendahnya risiko penyakit jantung," kata para peneliti di Jepang dikutip dari NDTV.

Secara umum, mandi air panas dikaitkan dengan kualitas tidur dan kesehatan yang lebih baik. Namun, tidak jelas dampak jangka panjangnya terhadap risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung, kematian jantung mendadak dan stroke.

Para peneliti pun melibatkan peserta dalam studi Cohort 1 yang berbasis di Pusat Kesehatan Masyarakat Jepang untuk mengekplorasi lebih dalam. Studi ini melibatkan lebih dari 61 ribu orang dewasa paruh baya yang berusia 45 hingga 59 tahun.

Pada awal penelitian tahun 1990, sekira 43.000 peserta menyelesaikan kuesioner rinci tentang kebiasaan mandi mereka dan faktor yang berpotensi memengaruhi, yakni gaya hidup (termasuk olahraga, diet, konsumsi alkohol), berat badan, durasi tidur, riwayat medis dan penggunaan obat sekarang ini.

Setiap peserta dipantau sampai kematian atau penyelesaian studi pada akhir Desember 2009 dengan analisis akhir berdasarkan 30.000 orang.

Selama periode pemantauan, 2097 kasus penyakit kardiovaskular terjadi, 275 kasus serangan jantung, 53 kasus kematian jantung mendadak dan 1.769 pukulan.

Setelah memperhitungkan faktor-faktor yang berpotensi berpengaruh, analisis data menunjukkan perbandingan antara mandi sekali atau dua kali seminggu dengan tidak mandi sama sekali.

Tidak mandi air panas setiap hari berkaitan dengan 28 persen risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah secara keseluruhan dan 26 persen menurunkan risiko stroke.

Sementara itu, frekuensi mandi air panas tidak terkait dengan peningkatan risiko kematian jantung mendadak atau jenis stroke tertentu yang disebut perdarahan subaraknoid.

Analisis lebih lanjut dari suhu air yang disukai menunjukkan risiko 26 persen lebih rendah dan 35 persen lebih rendah dari penyakit kardiovaskular keseluruhan untuk air hangat dan panas.

Menurut penelitian ini, studi observasional ini tidak bisa menentukan penyebab seseorang mengalami perubahan atau penurunan risiko yang terkait dengan mandi air panas. Namun, temuan ini bisa jadi pertimbangan.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers