web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Perlunya Regulasi Khusus Demi Hindari Penyalahgunaan Rokok Elektrik

Jumat, 3 Juli 2020 18:51 WIB M. Naufal Hafizh

Aktivitas pengunjung di toko rokok elektrik Vape Market di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Selasa (21/1/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Generasi Anti Narkoba Indonesia (GANI) mengapresiasi upaya Kepolisian Polda Metro Jaya yang berhasil mengungkap sindikat produsen dan penjual yang menyalahgunakan rokok elektrik dengan menambahkan narkoba pada liquid vape.

GANI berharap kejadian serupa dapat dicegah, terutama melalui regulasi untuk mengatur rokok elektrik.

“Kami mengapresiasi pencapaian kepolisian yang telah menangkap pelaku penyalahgunaan rokok elektrik. Ke depannya, semua pemangku kepentingan harus ikut andil dalam gerakan pencegahan penyalahgunaan rokok elektrik. Utamanya dibutuhkan dukungan pemerintah untuk membuat aturan khusus bagi produk ini,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat GANI Djoddy Prasetio Widyawan ketika dihubungi wartawan.

Djoddy mengatakan, pihaknya secara aktif mengkampanyekan “Gerakan Pencegahan Penyalahgunaan Rokok Elektrik” bersama Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) sejak 2019.

Djoddy menjelaskan GANI dan KABAR sudah menyosialisasikan kampanye tersebut di sejumlah kota di Indonesia, seperti Bali dan Bandung. Tujuannya agar tidak ada lagi kasus penyalahgunaan produk ini.

“GANI siap berpartisipasi aktif dalam mengampanyekan bahaya narkoba bagi seluruh lapisan masyarakat. Rokok elektrik bukan alat untuk menggunakan narkoba,” kata Djoddy. Dia menjelaskan, semakin maraknya kasus penyalahgunaan rokok elektrik mengandung narkoba salah satunya terjadi lantaran Indonesia belum memiliki regulasi khusus yang mengatur tentang produk tembakau alternatif, selain terkait cukai.

Kementerian Kesehatan selaku otoritas yang bertanggung jawab atas produk tembakau dan turunannya harus segera mengeluarkan aturan khusus rokok elektrik dan produk tembakau alternatif lainnya. “Rokok elektrik bermanfaat bagi perokok yang ingin berhenti merokok. Bukan untuk disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Djoddy.

Dia menegaskan, pemerintah perlu menyiapkan suatu regulasi khusus yang terpisah dari rokok.

“Ini bukan rokok sehingga aturannya harus dibedakan. Rokok elektrik justru bisa bantu mengurangi perokok. Perlu ada regulasi yang mengatur dari hulu sampai hilir, seperti bahan-bahan yang tidak boleh ditambahkan ke liquid, pengawasan, sampai pemasaran khusus untuk usia 18 tahun ke atas. Aturan ini gunanya mencegah penyalahgunaan rokok elektrik dalam bentuk apapun,” tuturnya.

Djoddy mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, asosiasi, pelaku usaha, hingga masyarakat luas, turut bekerja sama dalam mencegah penyalahgunaan produk tembakau alternatif.

Partisipasi dari semua pihak akan mempersempit ruang para oknum, sehingga produk ini dapat dimaksimalkan sebagai solusi alternatif bagi perokok dewasa untuk berhenti merokok.

Mitra GANI dalam Gerakan Pencegahan Penyalahgunaan Rokok Elektrik, KABAR, mengutarakan usulan serupa. Ketua KABAR sekaligus Pengamat Hukum, Ariyo Bimmo, menambahkan pemerintah mesti bergerak cepat membentuk regulasi khusus. Sebab, pemerintah memiliki peran krusial untuk menyelesaikan masalah ini. Ariyo berharap pemerintah segera membentuk regulasi khusus untuk yang dibedakan dari rokok.

“Dengan adanya regulasi khusus, akan mempermudah pemerintah dalam melakukan pengawasan penggunaan, memberikan kepastian bagi pelaku usaha, serta rasa aman bagi konsumen. Untuk pembentukan regulasi rokok elektrik, KABAR terbuka untuk berdiskusi dan siap terlibat di dalamnya,” kata Ariyo.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers