web analytics
  

Amankah Produk Unilever Setelah Karyawannya Positif Covid-19?

Jumat, 3 Juli 2020 17:18 WIB Firda Puri Agustine

Logo Unilever. (Reuters/Philippe Wojaze)

CIKARANG PUSAT, AYOBANDUNG.COM – Sebanyak 21 karyawan PT Unilever Indonesia Tbk yang bekerja di pabriknya di Jababeka, Cikarang, positif Covid-19.

Keresahan masyarakat pun muncul dari kemungkinan produk Unilever ikut terkontaminasi virus tersebut.

Halifah, seorang warga Cikarang Selatan salah satu yang merasakan kegundahan itu. Pasalnya, 70% produk rumah tangga yang Dia pakai merupakan produksi Unilever.

“Iya pasti jadi agak ngeri ya, produknya ikut kepapar virus corona apa enggak kan kita enggak tahu,” kata Halifah kepada Ayobekasi.net (Ayo Media Network).

Hal senada diungkapkan Sari, warga yang tinggal tak jauh dari pabrik Unilever. Dia merasa ‘terancam’ karena Covid-19 sudah berada di dekat lingkungan rumahnya.

“Walaupun katanya disterilisasi namanya virus kan enggak kelihatan. Jadi ya ikut was-was juga,” ujarnya.

Menjawab kegelisahan ini, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi dr Alamsyah mengimbau kepada warga Kabupaten Bekasi agar tidak perlu panik dan khawatir.

Dia menegaskan, tindakan yang dilakukan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat di lingkungan sekitar sudah dilakukan dengan sangat ketat dan sesuai dengan protokol kesehatan.

“Tidak perlu kahwatir mengenai kontaminasi produk, karena sejauh ini belum ada bukti transmisi penyakit melalui barang konsumen atau produk sehari-hari, baik selama wabah ini atau wabah yang serupa sebelumnya (misalnya SARS),” kata dr Alamsyah.

“Untuk itu kemungkinan adanya hal ini sangat kecil untuk terjadi,” kata dia.

Adapun Unilever sudah menghentikan sementara kegiatan operasional di Gedung TBB yang berada dalam komplek pabrik di Cikarang, Kabupaten Bekasi, sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Direktur Corporate Affairs dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk Sancoyo Antarikso menegaskan, kesehatan dan keselamatan karyawan adalah prioritas utama, sehingga keputusan untuk menghentikan sementara operasional pabrik merupakan pilihan paling tepat.

“Operasional segera kami tangguhkan begitu mendapat kabar tersebut, untuk berfokus menerapkan berbagai langkah preventif dalam upaya menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan,” ujarnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers