web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Kemenkes Diguyur Rp25 Triliun Usai Disemprot Jokowi

Jumat, 3 Juli 2020 15:00 WIB

Presiden Joko Widodo besama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat memberikan keterangan pers terkait virus corona di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Keuangan yang dipimpin Sri Mulyani Indrawati menyetujui tambahan anggaran Rp25 triliun untuk Kementerian Kesehatan guna membiayai pasien positif corona Covid-19.

"Ini (anggaran) untuk membiayai pasien Covid-19," kata Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, dalam acara Tanya BKF yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (3/7/2020).

Kunta menjelaskan, tambahan anggaran ini sifatnya mendesak. Hal itu karena penambahan kasus baru positif virus corona terus bertambah sehingga biaya yang akan dikeluarkan juga terus naik.

"Sekarang angkanya (anggaran) terus naik," katanya.

Anggaran Kemenkes berdasarkan Perpres 54/2020 sebesar Rp76,55 triliun. Adapun realisasi serapan anggaran sampai Mei 2020 baru mencapai 2,17%.

Tambahan anggaran sebesar Rp25 triliun ini diambil dari anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp 695,2 miliar.

Khusus kesehatan alokasi anggaran mencapai Rp85,55 triliun ditujukan untuk belanja penangan Covid-19 sebesar Rp65,80 triliun, insentif tenaga medis Rp5,90 triliun, santunan kematian Rp0,30 triliun, bantuan iuran JKN Rp3,00 triliun, gugus tugas Covid-19 Rp3,50 triliun, dan insentif perpajakan di bidang kesehatan Rp9,05 triliun.

Sebelumnya, Presiden Jokowi tak kuasa meluapkan amarahnya saat membuka rapat terbatas bersama para menteri pada 18 Juni 2020.

Salah satu yang membuat kesal mantan Gubernur DKI Jakarta ini adalah soal belanja kesehatan untuk penangan Covid-19 yang dia nilai masih kecil sekali yakni 1,53 persen saja padahal anggaran yang disiapkan untuk ini mencapai Rp85 triliun.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers